Thalhah Ubaidillah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PEMIKIRAN IBNU HAZM AL-ZAHIRI TENTANG HADHANAH: TINJAUAN KRITIS Thalhah Ubaidillah; Moh Khusen
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v20i2.298

Abstract

Penelitian ini membahas konsep hadhanah (hak asuh anak) pasca perceraian dalam perspektif Ibnu Hazm Al-Zahiri, seorang tokoh mazhab Zahiri yang memiliki pendekatan hukum Islam tekstualis. Fokus kajian diarahkan pada sikap Ibnu Hazm yang menolak pendapat jumhur ulama—yakni dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali—yang menyatakan bahwa hak hadhanah ibu gugur ketika ia menikah lagi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan pandangan ulama mazhab mengenai hadhanah bagi ibu yang menikah lagi, (2) memaparkan pandangan dan argumentasi Ibnu Hazm Al-Zahiri mengenai hal tersebut, serta (3) menganalisis relevansi pandangannya terhadap hukum positif Indonesia dan kaidah fikih. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan komparatif. Data primer diperoleh dari karya Ibnu Hazm yaitu Al-Muhalla Bil Atsar, sedangkan data sekunder berasal dari kitab-kitab fikih berbagai mazhab serta peraturan perundang-undangan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Hazm berpandangan hak hadhanah tidak gugur semata-mata karena ibu menikah lagi, selama tidak terbukti adanya kemudaratan terhadap anak. Pendapat ini bertumpu pada prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dan tidak bertentangan dengan kaidah fikih universal seperti al-darar yuzāl (kemudaratan harus dihilangkan). Pandangan ini juga sejalan dengan beberapa norma dalam hukum positif Indonesia yang menempatkan kemaslahatan anak sebagai pertimbangan utama dalam penetapan hak asuh.