Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa dan hasil belajar mereka yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media audio visual dengan minat belajar IPA siswa kelas V SDK Narang I. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDK Narang I, dengan sampel sebanyak 25 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket dan dokumentasi. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,005, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan media audio visual dengan minat belajar IPA siswa kelas V. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,886, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Selanjutnya, untuk menentukan signifikansi kekuatan hubungan tersebut, nilai sig. dibandingkan dengan nilai r-tabel, di mana 0,886 > 0,413 pada α = 0,05 dengan N = 25-2, sehingga nilai r-tabel adalah 0,413. Selain itu, peneliti menghitung kontribusi variabel X terhadap variabel Y dengan menentukan koefisien determinasi menggunakan rumus R² = r² x 100. Koefisien determinasi dihitung sebagai berikut: R² = 0,886² x 100 = 78,499%. Hasil koefisien determinasi sebesar 78% menunjukkan bahwa minat belajar siswa dipengaruhi oleh penggunaan media audio visual sebesar 78%, sedangkan sisanya, yaitu 100-78 = 22%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan diterimanya Ha, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual memiliki hubungan yang positif dengan minat belajar IPA.