Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diksi dalam Kumpulan Puisi (Sehimpun puisi Ikan-ikan Kebaikan Terbang dari Sungai ke Langit Lengang) Karya Muhammad Asqalani eNeSTe Sri Rahayu; Luthfi Hayatun Maharani; Della Ardila; Devita Rahmawati Putri; Dini Thiyana Luthfi; Indah Sari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3744

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya diksi dalam sebuah karya sastra khususnya puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan diksi dalam kumpulan puisi Ikan-ikan kebaikan Terbang dari Sungai ke Langit Lengang Karya Muhammad Asqalani eNeSTe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Sumber data dalam penelitian ini berupa Kumpulan puisi (Ikan-ikan kebaikan Terbang dari Sungai ke Langit Lengang) teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik hermeneutik dengan teknik analisis data melalui Langkah-langkah berikut (1) mengklasifikasikan data sesuai masalah penelitian (2) menganalisis data dengan teori diksi yang dikemukakakn oleh teori Keraf (2007). Setelah dilakukan analisis data ditemukan hasil penelitian tentang gaya bahasa diksi dalam Kumpulan puisi karya Muhammad Asqalani eNeSTe bahwa di dalam kumpulan puisi sehimpun puisi ini kami tergambar kualitas puisi tersebut dari diksinya. Unsur diksi sangat berperan penting karena keunggulan puisi terdapat pada pemilihan kata yang unik dan tepat sehingga menarik perhatian pembaca. Pada puisi ini pengarang berhasil menciptakan suatu puisi yang menarik dengan mengunakan pemilihan kata yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Adapun rincian data yang diperoleh dari berupa makna konotasi berjumlah secara keseluruhan 15 dan makna konotasi dengan data keseluruhan sebanyak 53 makna.
DIRECTIVE SPEECH ACT IN THE FILM "SUPER IRIT FAMILY" DIRECTED BY DANIAL RIFKI Della Ardila; Alber Alberb
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7442

Abstract

This study aims to identify and describe the form and function of directive speech in the film Keluarga Super Irit by director Danial Rifki, as well as reveal the influence of gender on the communication patterns of the characters in the film. The method used in this study is descriptive qualitative with a content analysis approach. The source of data in this study is the film Keluarga Super Irit which lasts 116 minutes, with data in the form of speech that contains elements of directive speech and gender perspectives. The data collection technique is carried out through documentation, listening, and recording techniques. The data analysis refers to the theory of directive speech form Ibrahim (1993) and the sociopragmatic theory of gender Prayitno (2017). The results of the study showed that there were 87 data on directive speech actions divided into six forms, namely: command (31 data), question (18 data), request (16 data), advice (14 data), prohibition (5 data), and granting permission (3 data). The dominance of the act of speaking commands shows that instruction is the main driver of the narrative in the film. From a gender perspective, a contrasting pattern was found between male and female speakers. Female speakers dominated the categories of differences in the form of language use (18 data), language attitudes (15 data), and the nature and manner of language (11 data), which reflected the use of specific, meticulous, and expressive diction to maintain domestic harmony. In contrast, male speakers showed strong dominance in the aspect of differences in language attitudes (26 data) that represented rational, assertive, and authoritative communication styles. This study concludes that the act of directive speech in the film is a means of representation of gender ideology, where men tend to prioritize the efficiency of actions, while women focus more on maintaining emotional relationships and family stability.