Siwi, Annisa Fadhilla Hartono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tindak Tutur dalam Novel “Gadis Kretek” Karya Ratih Kumala: Analisis Semiotik dan Feminis Siwi, Annisa Fadhilla Hartono; Prabawa , Andi Haris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dengan menggunakan pendekatan semiotik dan feminis, serta relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Fokus penelitian mencakup tindak tutur lokusi, ilokusi (representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif), dan perlokusi yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam novel Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Data berupa kutipan dialog yang mengandung tindak tutur diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan teori tindak tutur Austin (1962) dan Searle (1971). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, catat, dan dokumentasi. Teknik simak dilakukan dengan membaca dan menyimak isi novel secara menyeluruh untuk menemukan dialog-dialog yang relevan. Selain itu, pendekatan semiotik digunakan untuk mengidentifikasi tanda-tanda dan simbol dalam dialog yang mencerminkan nilai sosial dan budaya. Pendekatan feminis diterapkan untuk menganalisis bagaimana bahasa dalam novel ini merepresentasikan posisi perempuan dan nilai-nilai gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam novel ini merefleksikan realitas sosial dan budaya, seperti identitas lokal kretek dan kritik terhadap sistem patriarki. Pendekatan semiotik membantu mengungkap makna simbolis dalam dialog, sedangkan pendekatan feminis menyoroti perjuangan tokoh perempuan melawan ketidakadilan gender. Penelitian ini juga memiliki relevansi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama untuk materi teks cerita fiksi di jenjang SMA, yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan analisis siswa terhadap jenis tindak tutur dan refleksi nilai sosial-budaya dalam teks sastra. Penelitian ini berkontribusi dalam mengintegrasikan kajian linguistik dengan pendidikan karakter berbasis sastra.