Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Terapi Musik Relaksasi Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Gangguan Jiwa Di Rsdj Dr.Arif Zainudin Surakarta Provinsi Jawa Tengah Saftirta Gatra Dewantara; Norman Wijaya Gati; Tri Andri Pujiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan gejala gangguan persepsi sensorik yang dialami oleh penderita psikosis.  Halusinasi pendengaran jika tidak ditangani dapat menyebabkan situasi yang berbahaya bagi pasien karena dapat mempengaruhi pasien dengan tindakan dimana pasien diinstruksikan untuk melakukan sesuatu yang mungkin di luar kendali bahkan mengancam. Gangguan halusinasi dapat diobati dengan terapi, khususnya terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi non obat yang efektif untuk mengurangi halusinasi adalah mendengarkan musik Tujuan : Mengetahui hasil implementasi penerapan terapi musik relaksasi terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran Metode : Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali dalam sehari selama 10-15 menit pagi hari. Hasil : berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat penurunan gejala halusinasi pendengaran pada pasien, dengan perbandingan skala skor penurunan AHRS sebesar pada Tn.K sebesar 33 dan pada Tn.S sebesar 28. Kesimpulan : terapi musik relaksasi dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis pada pasien dengan gangguan kejiwaan halusinasi pendengaran.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson Untuk Mengurangi Resiko Perilaku Kekerasan Di Ruang Srikandi Rsjd Dr. Arif Zainudin Surakarta Darmastuti, Indri; Tri Andri Pujiyanti; Norman Wijaya Gati
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 2 No. 2 (2024): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v2i2.570

Abstract

Menurut Riskesdas Jawa Tengah tahun 2023 prevalensi rumah tangga mengalami gangguan jiwa skizofrenia per mil Jawa Tengah (5,1%). Perilaku kekerasan yaitu hilangnya kendali perilaku seseorang yang diarahkan pada diri sendiri, orang lain atau lingkungan. Penatalaksanaan keperawatan yang di berikan yaitu latihan mengontrol fisik, cara penggunaan obat secara teratur dan menggunakan cara spiritual yaitu terapi relaksasi benson, komunikasi terapiutik pada pasien dan terapi psikoreligi dan terapi aktivitas kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi terapi relaksasi benson untuk mengurangi resiko perilaku kekerasan di ruang Srikandi RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Metode penelitian ini dengan studi kasus yang dilakukan pada dua responden resiko perilaku kekerasan selama 7 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan penerapan yang dilakukan,terdapat penurunan resiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian ini terdapat penurunan resiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi benson.
Penerapan Terapi Menggambar untuk Menurunkan Gejala Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Aziizun Chaulian; Sitti Rahma Soleman; Tri Andri Pujiyanti
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i3.9303

Abstract

Background: Schizophrenia is a mental disorder with positive symptoms of hallucinations, patients hear voices and see things that do not exist. Patients with confusion and negative symptoms feel indifferent and often lose their emotions. Therefore, non-pharmacological therapy, such drawing therapy, a form of communication. Therefore the artistic media. Patients with hallucinations can express their feelings and thoughts through drawings, distracting them from unrealistic hallucinations. Objective: The general is to determine and evaluate hallucination symptoms after drawing therapy administered to schizophrenia patients at Dr. Arif Zainudin Mental Hospital, Surakarta. Method: A case study design was conducted on two schizophrenia patients with hallucinations, in the Bisma and Kresna Rooms of Dr. Arif Zainudin Mental Hospital, Surakarta, from February 28, 2026, to March 6, 2026. The intervention was drawing therapy. Data were collected using AHRS (pre-post test) questionnaire. Implementation Results: Both respondents experienced a decrease in hallucination levels. Respondent 1's hallucination score decreased from 32 (severe hallucinations) to 18 (moderate hallucinations). Respondent 2's hallucination score decreased from 33 (severe hallucinations) to 21 (moderate hallucinations).Conclusion: This study shows that drawing therapy reduces hallucination symptoms. Drawing activities improve patients' concentration and focus, allowing respondents to control their hallucinations.