Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam penerapan pelatihan keterampilan militer dan kompensasi militer di Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil) I Medan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, hambatan, dan hasil pelatihan. Penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memastikan bahwa program pelatihan tidak hanya bersifat administratif dan seremonial, tetapi juga mampu memulihkan disiplin, integritas, dan kompetensi militer para pemimpin militer. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipan sebagai metode pengumpulan data, serta kuesioner kepada pegawai militer (aktif dan nonaktif), perwira pelatihan, dan pejabat struktural Lemasmil I Medan. Reduksi data untuk menarik kesimpulan digunakan sebagai analisis data dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan lebih menekankan rutinitas fisik, absen, dan kegiatan seremonial, sementara pelatihan teknis militer dan dukungan rehabilitasi psikologis masih minim. Keterbatasan sarana, prasarana, dan instruktur militer aktif menjadi faktor utama rendahnya efektivitas pelatihan. Hubungan antara perwira dan kontraktor bersifat hierarkis dan minim dialog, sehingga kurang mendorong proses pelatihan transformatif. Tidak ditemukan program reintegrasi yang jelas bagi para pengganti pasca-pembebasan, baik untuk kembali bertugas maupun bertransisi ke kehidupan sipil. Studi ini merekomendasikan reformasi iklim pelatihan militer, penyediaan layanan konseling militer, peningkatan fasilitas dan instruktur, penguatan hubungan dialog antara perwira dan asisten, serta integrasi program pelatihan dengan skema reintegrasi sosial dan profesional pasca-pembebasan.