Aurellia, Olivia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI ORANG TUA ANAK RETARDASI MENTAL DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA DI SLB HANDAYANI SUKABUMI Aurellia, Olivia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses komunikasi yang terjalin antara ayah dan ibu dari anak retardasi mental penuh dengan tantangan, dalam situasi ini anak retardasi mental perlu diberikan perawatan di keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi orang tua anak retardasi mental dalam membangun ketahanan keluarga menggunakan communication theory of resilience (CTR). Metode dan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada sepuluh informan yakni lima ayah dan lima ibu dari anak retardasi mental. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi dilakukan oleh orang tua anak retardasi mental dalam membangun ketahanan keluarga diantaranya a) komunikasi dalam menyusun kenormalan baru, b) komunikasi dalam menyampingkan perasaan negatif dan mengedepankan tindakan produktif, c) komunikasi dalam menegaskan jangkar identitas, d) komunikasi dalam memelihara dan menggunakan jaringan komunikasi, e) komunikasi dalam menerapkan logika alternatif. Kelima proses tersebut memunculkan tema-tema diantaranya komunikasi dengan pasangan, kerja sama, aktivitas sosial, rutinitas baru, mendekatkan diri kepada tuhan, dapat dukungan dalam menciptakan kenormalan, diskusi dengan pasangan, menggunakan hambatan sebagai strategi, percaya diri dalam menjelaskan identitas, berbagi cerita, dapat dukungan ketika mengalami kesulitan, dan membandingkan diri dengan orang lain menjadi faktor untuk membangun ketahanan keluarga, Penelitian ini dapat membantu memberikan informasi mengenai proses komunikasi yang dapat dilakukan oleh orang tua dengan anak retardasi mental untuk membangun ketahanan keluarga.