Wirana, Salma Novia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BERAWAL DARI RUMAH: STUDI KORELASIONAL ANTARA POLA PENGASUHAN PENERIMAAN-PENOLAKAN DENGAN KECERDASAN MORAL REMAJA Wirana, Salma Novia; Hasanah, Uswatun; Kabbaro, Hurriyyatun
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.06

Abstract

Abstrak Peningkatan fenomena kenakalan remaja yang mengindikasikan lemahnya pemahaman moral dan nilai sosial. Pengasuhan orang tua diyakini sebagai faktor penting dalam membentuk kecerdasan moral, karena melalui hubungan emosional dan pola asuh yang diterapkan, anak belajar membedakan antara perilaku yang benar dan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengasuhan orang tua dengan kecerdasan moral remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 208 siswa dari dua sekolah menengah pertama negeri di Jakarta Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sementara data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengasuhan dengan kecerdasan moral remaja dengan nilai r=0,418 dan p=0,000 (p<0,01). Mayoritas responden (84%) mengalami pola pengasuhan dengan tingkat penerimaan tinggi, sementara 16% mengalami pola pengasuhan penolakan. Selain itu, seluruh dimensi kecerdasan moral, meliputi empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, keadilan, dan kehangatan, berada pada kategori tinggi. Pola pengasuhan yang penuh kasih dan penerimaan emosional merupakan fondasi utama bagi pengembangan kecerdasan moral remaja. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai moral serta pentingnya program parenting education yang menekankan pengasuhan positif dan humanistik. Abstract The increasing phenomenon of juvenile delinquency reflects a weakening of moral understanding and social values among adolescents. Parental upbringing is a crucial factor in shaping moral intelligence, as children learn through emotional bonds and parenting practices to distinguish between right and wrong behaviors. This study aims to analyze the relationship between parental parenting patterns and adolescents' moral intelligence. The research employed a quantitative correlational approach involving 208 students from two public junior high schools in East Jakarta, Indonesia. The sampling technique used was simple random sampling, while data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test. The results revealed a positive and significant relationship between parenting and adolescents' moral intelligence, with a correlation coefficient of r=0,418 and a significance level of p=0,000 (p<0,01). The majority of respondents (84%) experienced a parenting pattern characterized by high acceptance, while 16% experienced parental rejection. Furthermore, all dimensions of moral intelligence, empathy, conscience, self-control, respect, kindness, tolerance, fairness, and warmth, were categorized as high. A parenting style grounded in affection and emotional acceptance provides the fundamental foundation for adolescents' moral intelligence. The implications of this study highlight the need for a collaboration program between families and schools to strengthen character education grounded in moral values, as well as the importance of parenting education programs that emphasize positive, humanistic parenting practices.