Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Terapi Non Farmakologi terhadap Ganguan Tidur pada Lansia di Desa Sukahurip Oktaviani, Mayang; Chalid, Desridius
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11040

Abstract

ABSTRACT  Elderly is a group that has experienced setbacks in psychological and physiological aspects. Everyone will experience old age, so this stage is a natural and natural stage at the end of the human life phase. The World Health Organization (WHO) categorizes the age limit for the elderly. To determine the effect of non-pharmacological therapy on sleep disturbances in the elderly in Sukahurip village in 2023. This research uses a type of quantitative research with a research design study using a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design approach. In this study there was one group of subjects where the group was observed before the intervention was carried out and then observed again after the intervention. The results of this research were that of the total male and female respondents who had the highest score of experiencing sleep disturbances, there were 16 women (53.3%), and the age of the respondents who experienced the highest sleep disturbance in the elderly in Sukahurip village, namely the elderly aged 60 -69 years as many as 21 respondents out of a total of 30 respondents. Where some of the respondents who have jobs include retirees, farmers, employees and housewives who have the highest number of respondents who experience sleep disturbance problems, namely farmers as many as 12 (40%) results of the "Test Statistics", known Asymp. Sig. (2-tailed) is worth 0.000. p-value 0.000 <0.05. Respondents can know that there is an influence of the application of non-pharmacological therapy on sleep disorders, so that with this research they can add knowledge and insight to be able to reduce the problem of sleep disorders in the elderly with non-pharmacological therapy. And this research can be used as a reference for future researchers Keywords: Non-Pharmacological Therapy, Sleep Hygiene, Warm Water Foot Soaking Therapy and Sleep Disturbances In The Elderly  ABSTRAK Lansia  merupakan  kelompok  yang  telah  mengalami  kemunduran  dalam  aspek  psikologis  maupun  fisiologis. Setiap  orang  akan  mengalami  lanjut  usia,  sehingga  tahapan  ini  merupakan tahapan  yang  wajar  dan  alami diakhir fase  hidup  manusia.World  Health  Organization (WHO) mengkategorikan batasan umur lansia  yaitu  usia  pertengahan  usia  45-59 tahun, lanjut usia pertama yakni usia 60-74 tahun, lanjut usia tua yakni 75-90 tahun,  dan  sangat  tua  yakni  >90  tahun (Widyaningrum et al., 2019). Mengetahui pengaruh terapi non farmakologi terhadap gangguan tidur pada lansia di desa sukahurip tahun 2023.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif  dengan study Desain penelitian menggunakan Quasi experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Pada penelitian ini terdapat satu kelompok subjek dimana kelompok tersebut di observasi sebelum dilakukan intervensi kemudian diobservasi lagi sesudah intervensi. hasil penilitian ini dari total responden berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang memiliki nilai tertinggi mengalami gangguan tidur adalah perempuan sebanyak 16 (53,3%), dan usia responden yang peling tinggi mengalami gangguan tidur pada lansia di desa sukahurip yaitu lansia yang berusia 60-69 tahun sebanyak 21 responden dari total 30 responden. Dimana sebagian responden yang memiliki pekerjaan diantaranya pensiunan,petani,karyawan dan IRT yang memiliki jumlah responden tertinggi yang mengalami masalah gangguan tidur yaitu petani sebanyak 12 (40%)hasil “Test Statistik”, diketahui Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. nilai p value 0,000 < 0,05. Responden dapat mengetahui bahwa adanya pengaruh penerapan terapi non farmakologi terhadap gangguan tidur,sehingga dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan agar mampu mengurangi masalah gangguan tidur pada lansia dengan terapi non farmakologi Dan penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya Kata Kunci : Terapi Nonfarmakologi,Sleep Hygine,Terapi Merendam Kaki dengan Air Hangat dan Gangguan Tidur Pada Lansia
Pengaruh Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Tb Paru di Kelurahan Jatibening Kota Bekasi Chalid, Desridius; Paratama, Agung Bayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55952

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan ditularkan melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Pengobatan TB memerlukan waktu minimal enam bulan sehingga keberhasilan terapi sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur. Keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi minum obat, dan menjaga lingkungan rumah agar mencegah penularan lebih lanjut. Tapi masih banyak keluarga yang memiliki keterbatasan pengetahuan, sikap yang kurang mendukung, serta kemampuan yang belum optimal dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru. Kurangnya pemahaman dapat berdampak pada ketidakpatuhan pengobatan, risiko putus obat, bahkan terjadinya resistensi obat. Edukasi kesehatan keluarga menjadi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta memperkuat kemampuan keluarga dalam merawat pasien TB secara tepat. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru. Metode Penelitian : Quasi experiment, dengan metode one group pretest-posttest tanpa grup kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan diagnosis TB paru dan sedang menjalani pengobatan sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan edukasi mayoritas responden berpengetahuan kurang, sikap positif dan keterampilan kurang, setelah diberikan edukasi mayoritas responden berpengetahuan baik, sikap positif dan keterampilan baik. Ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru, dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan dan Saran : Ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi keluarga sebagai program rutin dalam penatalaksanaan pasien TB paru.
Hubungan Literasi Kesehatan Digital dengan Pengendalian Hipertensi di Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025 Chalid, Desridius; Ayyubi, Calisa Nisa’
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56560

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah literasi kesehatan digital. Kemampuan pasien dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan berbasis digital diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengelolaan tekanan darah. Namun, penelitian mengenai hubungan literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain observasional cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 dengan jumlah sampel 97 responden dari populasi 250 pasien hipertensi, menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui kuesioner literasi kesehatan digital dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil Penelitian : Sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital pengendalian hipertensi dengan kategori baik sebanyak 73 orang (75,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,004 (<0,05) yang menandakan terdapat hubungan signifikan secara statistik antara literasi kesehatan dengan pengendalian hipertensi. Kesimpulan dan Saran : Terdapat hubungan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi pada pasien di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025. Disarankan kepada Puskesmas untuk mengembangkan program edukasi berbasis digital guna meningkatkan literasi kesehatan digital pasien sebagai upaya mendukung pengendalian tekanan darah yang optimal.