A circuit breaker is one of the main components in an electrical power system that functions to ensure the safety and reliability of power delivery in distribution, transmission, and generation systems. This study aims to evaluate the performance and feasibility of a 20kV medium-voltage vacuum circuit breaker based on three test parameters: insulation resistance, contact resistance, and vacuum test. The evaluation was carried out through direct observation during testing using standard measurement instruments, including the Megger S1-1068, CPC 100, and Vanguard VBT-75P. The test results show that all parameters fall within the standard value range set by the manufacturer and comply with recommendations from relevant institutions. Therefore, the tested circuit breaker is considered feasible for continued operation. This study highlights the importance of periodic testing of circuit breaker equipment as a preventive effort to avoid potential system disturbances, equipment damage, and safety hazards caused by circuit breaker failure.Pemutus tenaga merupakan salah satu komponen utama dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk menjamin keamanan dan keandalan penyaluran energi listrik pada sistem distribusi maupun transmisi maupun pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan kelayakan pemutus tenaga vakum tegangan menengah 20kV berdasarkan tiga parameter pengujian, yaitu tahanan isolasi, tahanan kontak, dan uji vakum. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung. Pada proses pengujian menggunakan alat ukur standar, seperti Megger S1-1068, CPC 100, dan Vanguard VBT-75P. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh parameter berada dalam kisaran nilai standar yang ditetapkan oleh pabrikan serta sesuai dengan rekomendasi instansi. Dengan demikian, pemutus tenaga yang diuji dinyatakan layak untuk tetap dioperasikan. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya pengujian berkala terhadap peralatan pemutus tenaga sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan sistem, kerusakan peralatan, maupun bahaya kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan fungsi pemutus tenaga