Ni Gusti Ayu Made Afranti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Agama Hindu Dengan Bercerita Untuk Meningkatkan Minat Dan Prestasi Siswa Ditingkat Yang Berbeda. Nengah Pasek; Ni Gusti Ayu Made Afranti
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.459 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bercerita dalam meningkatkan minat siswa, prestasi siswa, dan untuk mengetahui kelas yang sesuai dengan diterapkanya metode bercerita. Manfaat dari penelitian ini untuk menambah pemahaman dan wawasan bagi guru-guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan melakukan pembelajaran dan pengunaan suatu metode seperti metode bercerita di tingkat pendidikan sekolah dasar pada Pasraman. Penelitian ini menggunakan tindakan kelas melaui tiga siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh diketahui bahwa, penerapan metode bercerita pada materi karma phala dapat meningkatkan minat siswa di tingkat sekolah menengah pertama pasraman Dharma Kerthi di kelas Empat dengan peningkatan nilai rata-rata minat dari nilai 19,26 menjadi 30,93 dan di kelas Lima dengan peningkatan nilai rata-rata minat dari nilai 18.1 menjadi 30,1. Serta peningkatan hasil belajar siswa di kelas Empat dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari nilai 65,47 menjadi 78,67 dan di kelas Lima dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari nilai 63,8 menjadi 75,8. Sesuai dengan uji perbedaan yang dilakukan mengunakan analisis statistik inferensial dengan fungsi t-test: Two-Sample Assuming Equal Variances pada taraf 0,0025 atau 0,005 antara pembelajaran kelas Lima dan Empat menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Jadi metode cerita dengan topik Karma Phala sesuai digunakan pada pembelajaran kelas Lima maupun Empat, karena adanya peningkatan minat dan hasil siswa didua kelas tersebut disetiap siklusnya. Saran dalam peneltian ini bagi pendidik khususnya guru agama Hindu agar dapat melakukan suatu kreatifitas dan inovasi dalam mengajar, karena tidak akan ada peningkatan minat dan hasil siswa apabila siswa hanya diajak untuk mencatat dan membaca buku. Bagi orang tua siswa agar selalu memberikan pemahaman-pemahaman kepada anak didiknya karena orangtua lah yang paling utama dalam menumbuhkan minat siswa untuk belajar dan orang tua untuk dapat memberikan atau meyampaikan cerita-cerita Hindu karena itu juga merupakan suatu pembelajaran yang mernasang minat siswa untuk belajar. Bagi siswa diharapakan untuk dapat menumbuhkan minatnya dalam belajar khususnya mata pelajaran agama Hindu, karena dengan adanya minat belajar akan meningkatkan prestai dalam belajar. Semakin tinggi minat dalam belajar semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai. Kata kunci: metode bercerita, minat, prestasi siswa
PELAKSANAAN UPACARA MA’PALLIN OLEH UMAT HINDU ALUKTA Ni Gusti Ayu Made Afranti; Graceane Batik
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.529 KB)

Abstract

Abstrak: Upacara Ma’pallin merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh umat Hindu Alukta yang berkaitan dengan pembersihan alam secara niskala. Umat Hindu Alukta dalam mengamalkan ajaran agama Hindu, tingkat pengetahuan dan pemahamannya masih sangat rendah, yang dapat membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan Hindu Alukta kedepannya. Upacara Ma’pallin tetap dilaksanakan oleh umat Hindu Alukta karena merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai pengamalan agama (Sukaran Aluk) namun masih banyaak masyarakat yang belum mengerti makna yang terkandung dalam upacara Ma’pallin sehingga hanya dikatakan bersifat kebiasaan/tradisi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya interaksi masyarakat dengan Tomina dan adannya pantangan/pemali bahwa tidak boleh membicarakan mengenai suatu upacara apabila tidak ada proses pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan upacara Ma’pallin dan nilai – nilai yang terkandung didalam pelaksanaan upacara Ma’pallin oleh umat Hindu Alukta. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Upacara Ma’pallin merupakan ritual yang dilakukan oleh umat Hindu Alukta sebagai wujud pensucian alam secara niskala yang dilakukan di sebelah Barat pekarangan rumah. Upacara Ma’pallin memiliki empat tingkatan yaitu : pallin tallo’, pallin manuk, pallin bai, dan pallin tedong. Pelaksanaan upacara Ma’pallin memiliki nilai pendidikan, nilai religius dan nilai sosial. Manusia dituntut untuk senantiasa mengupayakan keharmonisan dengan alam sekitarnya sebagai implementasi ajaran tri hita karana sebagai bhakti kepada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini untuk membantu keberlangsungan hidup manusia. Nilai religius dalam upacara Ma’pallin yaitu wujud yajna sebagai pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana, adanya tata cara, etika dan mantra – mantra yang digunakan dalam pelaksanaan upacara Ma’pallin. Nilai sosial yang terkandung dalam upacara Ma’pallin yaitu adanya hubungan yang baik antara manusian dengan alam sekitarnya sebagai salah satu pelaksanaan dari ajaran Tri Hita Karana. Kata Kunci: upacara ma’pallin, hindu alukta
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE TEAM TEACHING STUDY DI SMP UTAMA WACANA 8 Ni Gusti Ayu Made Afranti
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan siswa merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan kesuksesan belajar. Dalam kenyataannya metode ceramah yang sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas tidak dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa. Oleh karena itu perlu, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan metode yang dapat mengatasi siswa yang kurang aktif belajar. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah model pembelajaran Team Teaching yaitu pembelajaran yang kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru. Tujuan aktifitas ini adalah menguasai penggunaan model pembelajaran team teaching untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada kelas VIII di SMP Utama Wacana 8. Keberhasilan proses yang dinyatakan berhasil bila rata-rata aktivitas belajar siswa sudah mencapai skor lebih dari atau sama dengan 80 %. Ketuntasan hasil belajar siswa minimal 75 % dari keseluruhan siswa yang telah mendapat nilai minimal 70. penerapan Team Teaching ini dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Di lihat dari penilaiaan On Task siswa di siklus 1 sampai siklus 3 aktifitas belajar siswa yang tadinya 24% naik menjadi 66% dan di penilaiaan Off Task siswa dari siklus 1 sampai siklus 3 aktifitas siswa yang tadinya 4% menurun menjadi 1%. Dan hasil penilaiaan siswa pada saat praktek Bhagawad Gita dari siklus 1 sampai siklus 3 yang tadinya mendapatkan skor nilai rata-rata 5 kemudian skor nilai rata-ratanya naik menjadi 7. Pada penerapan metode Team Teaching dengan dua guru nilai rata-ratanya yaitu 6 sedangkan nilai rata-rata siswa pada penerapan metode Team Teaching dengan tiga guru yaitu 7. Uji t pada taraf nyata 5 % menunjukkan bahwa nilai rata-rata tersebut berbeda sangat nyata. Artinya, penerapan metode Team Teaching dengan tiga guru menghasilkan nilai rata-rata siswa lebih besar dari pada nilai rata-rata siswa pada team teaching dua guru.