Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FORUM

LUDWIG WITTGENSTEIN DAN FILSAFAT BAHASA:: “… WHEREOF ONE CANNOT SPEAK THEREOF ONE MUST BE SILENT.” Putra, Agustinus Tamtama; Lalenoh, Jovial Elshadai
Forum Vol. 54 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/forum.v54i2.698

Abstract

Tulisan ini mengintroduksi lompatan epistemik Ludwig Wittgenstein dari Tractatus Logico-Philosophicus ke Philosophical Investigation. Dalam kerangka filsafat analitik, gerak pendulum ini memengaruhi tradisi filosofis Lingkaran Wina dan pragmatisme Cambrige. Kejelasan makna merupakan solusi dari kerancuan bahasa dan permainan bahasa merupakan jalan untuk membaca realita. Mempelajari buah pemikiran Wittgenstein membawa kepada pencerahan juga kepastian di tengah simpangsiur pemikiran serta efektif melawan logika falasi. Kami berargumentasi bahwa pikiran yang tajam diembrionisasi dari logika yang tajam pula. Keketatan berpikir yang tajam khas filsafat analitik memberi sumbangsih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode pustaka, penulis menemukan bahwa pemikiran Wittgenstein yang jarang dielaborasi ini menjadi fondasi yang kokoh dalam filsafat bahasa dan logika. Lewat usaha memasuki relung yang gelap dan labirin yang seakan rumit, pembelajar filsafat akan terbantu untuk mempelajari semua aliran filsafat apapun itu, tanpa terpaku pada satu atau dua mazhab tertentu dan memetik manfaat dari eksplorasi filsafat analitik ini.
“JANGAN BUNUH AKU!” HUMANISME LEVINAS SEBAGAI ANTI-HUMANISME DAN KRITIK ATAS TOTALISME MODERN Putra, Agustinus Tamtama
Forum Vol. 54 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/forum.v54i2.764

Abstract

This paper elaborates on the thought of Immanuel Levinas as an ethical guideline that also phenomenologically shows the ontological basis of human relations. The openness to the other and the vulnerability of human relationships are discussed in the philosophy of relationality. The author argues that the ethics that Levinas offers are truly fundamental as guidelines for practicing ethics and thus developing humanity. The literature research found that Levinas' humanism is anti-humanism. This anti-humanism is distinguished from anti-humanitarianism which actually develops humanism itself. The anti-humanism that can be explored in Levinas's ethical thought ultimately undermines modern totalism which is ontologically, epistemologically and axiologically-practically cruel to humanity.