Tulisan ini mengintroduksi lompatan epistemik Ludwig Wittgenstein dari Tractatus Logico-Philosophicus ke Philosophical Investigation. Dalam kerangka filsafat analitik, gerak pendulum ini memengaruhi tradisi filosofis Lingkaran Wina dan pragmatisme Cambrige. Kejelasan makna merupakan solusi dari kerancuan bahasa dan permainan bahasa merupakan jalan untuk membaca realita. Mempelajari buah pemikiran Wittgenstein membawa kepada pencerahan juga kepastian di tengah simpangsiur pemikiran serta efektif melawan logika falasi. Kami berargumentasi bahwa pikiran yang tajam diembrionisasi dari logika yang tajam pula. Keketatan berpikir yang tajam khas filsafat analitik memberi sumbangsih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode pustaka, penulis menemukan bahwa pemikiran Wittgenstein yang jarang dielaborasi ini menjadi fondasi yang kokoh dalam filsafat bahasa dan logika. Lewat usaha memasuki relung yang gelap dan labirin yang seakan rumit, pembelajar filsafat akan terbantu untuk mempelajari semua aliran filsafat apapun itu, tanpa terpaku pada satu atau dua mazhab tertentu dan memetik manfaat dari eksplorasi filsafat analitik ini.