This Author published in this journals
All Journal Dharma Bhakti
Eko Muliansyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENDORONG EKONOMI KELUARGA LEWAT HIDROPONIK BERBASIS PESANTREN: DARI PELATIHAN HINGGA PEMASARAN DIGITAL Eko Muliansyah
Dharma Bhakti Vol. 3 No. 2 (2025): Dharma Bhakti
Publisher : Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/n73dvn58

Abstract

Urbanisasi yang cepat di kota-kota satelit Indonesia seperti Depok telah mengurangi lahan pertanian secara signifikan, menciptakan tantangan dalam mengamankan pasokan pangan yang cukup dan berkualitas tinggi. Pertanian hidroponik muncul sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan ini, memungkinkan masyarakat untuk menanam produk segar secara berkelanjutan di ruang perkotaan yang terbatas. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Participatory Action Research (PAR), mengintegrasikan program pengabdian masyarakat dengan penelitian terapan. Program ini melibatkan 45 peserta dari komunitas Hidayatullah Depok, memberikan pelatihan teknis hidroponik, dukungan peralatan, dan pendampingan berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan buku catatan peserta, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan tematik. Intervensi secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik. Peserta mampu memproduksi sayuran yang dapat dipasarkan, berkontribusi pada pendapatan rumah tangga dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. Kohesi sosial meningkat melalui pembentukan komunitas hidroponik yang mendukung. Selain itu, peserta menunjukkan kesadaran lingkungan yang positif dengan mengadopsi praktik hemat sumber daya dan pengurangan pestisida. Program pemberdayaan hidroponik berbasis masyarakat layak dan efektif dalam mempromosikan pertanian perkotaan berkelanjutan. Kerangka kerja kolaboratif yang partisipatif memperkuat retensi pengetahuan, mendorong kewirausahaan lokal, dan membangun modal sosial. Hasilnya menunjukkan potensi tinggi untuk mereplikasi model ini di masyarakat perkotaan lain yang menghadapi kendala lahan dan ketahanan pangan yang serupa.