Prasetya, Titus Ardhi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diagnosis dan terapi patent ductus arteriosus pada anjing Widjanarko, Christophorus Algriawan Bayu; Prasetya, Titus Ardhi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.4.63-64

Abstract

Patent Ductus Arteriosus (PDA) adalah penyakit jantung kongenital yang disebabkan oleh gagal menutupnya ductus arteriosus dan menyebabkan abnormalitas aliran darah dari aorta menuju arteri pulmonalis. Kondisi tersebut mengakibatkan berlebihnya volume darah dalam sirkulasi paru-paru, atrium kiri, dan ventrikel kiri yang dapat berkontribusi pada terjadinya gagal jantung kongestif. Tulisan ini melaporkan seekor anjing Toy Poodle jantan berusia 7 bulan dibawa pemiliknya untuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi. Pemilik anjing menyatakan pasien tidak memiliki keluhan sakit maupun riwayat penyakit. Hasil auskultasi terdengar suara jantung continuous murmur grade V/VI di basal jantung kiri. Hasil pencitraan echocardiography memperlihatkan dilatasi pada arteri pulmonalis disertai aliran darah turbulen dan terdeteksi keberadaan ductus arteriosus. Pasien juga mengalami overload volume darah pada atrium kiri. Ductus arteriosus pasien kemudian ditutup secara operasi dengan metode ligasi intrapericardial. Pemeriksaan echocardiography pada 48 jam pasca operasi menunjukan adanya aliran residual pada arteri pulmonalis. Ukuran atrium kiri kembali ke rentang normal dan grade continuous murmur turun ke II/VI. Aliran residual pada pasien masih terdeteksi hingga satu bulan pasca operasi, namun suara murmur sudah tidak terdengar dan ukuran ruang-ruang jantung tetap berada dalam rentang normal. Ligasi pada PDA masih menyisakan aliran residual pada arteri pulmonalis dan pemantauan terhadap potensi residual permanen dan rekanalisasi terus dilakukan pada pasien.