Maghfirah, Raisa Ayu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kecerdasaan Interpersonal dengan Perilaku Asertif dalam Pertemanan SMA Negeri di Banda Aceh Maghfirah, Raisa Ayu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan untuk mengomunikasikan ide, emosi, dan keinginan seseorang secara akurat dan tegas tanpa melanggar hak orang lain dikenal sebagai perilaku asertif, sedangkan kecerdasan interpersonal, mampu memahami, merespons, dan berinteraksi dengan orang lain secara bermakna. Untuk membentuk persahabatan yang kuat, keduanya sangat penting. Para peneliti di Sekolah Menengah Atas Negeri Banda Aceh berupaya untuk mencari tahu seberapa ekstrovert dan menyenangkan murid-murid sekolah menengah atas mereka. Analisis kuantitatif yang menggunakan strategi korelasional digunakan dalam metodologi tersebut. Peserta kajian adalah semua siswa kelas 12 SMA Negeri Banda Aceh. Jumlah siswa yang sama (334) dipilih secara acak untuk membentuk sampel penelitian. Setelah mengumpulkan data dari skala Likert yang mengukur ekstroversi dan kecerdasan interpersonal, statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rho digunakan untuk analisis. Sebagian besar siswa mendapat skor di atas rata-rata pada ukuran kecerdasan interpersonal dan agresivitas, menurut temuan tersebut. Studi korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara perilaku asertif siswa dalam pertemanan dan kecerdasan interpersonal mereka (r = 0,285, p = 0,000 < 0,05). Berarti tingkat asertif siswa berkorelasi positif dengan kecerdasan interpersonal mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal berkontribusi penting dalam meningkatkan perilaku asertif remaja di lingkungan sekolah. Tetapi studi ini ada keterbatasan, yaitu: (1) penelitian hanya dilakukan di SMA Negeri dalam lingkup Banda Aceh sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi ke sekolah di daerah pedesaan atau kota lain; (2) dinamika siswa di tiga sekolah (SMA N 7, SMA N 9, dan SMA N 14) mungkin berbeda dengan sekolah lain baik dari segi latar belakang sosial maupun akademik; (3) faktor lingkungan sekolah, budaya lokal Aceh, serta pengaruh teman sebaya dapat memengaruhi perilaku asertif dan kecerdasan interpersonal sehingga hasil mungkin berbeda jika dilakukan di konteks sosial yang lain; dan (4) penggunaan instrumen berupa kuesioner Likert berpotensi membuat jawaban siswa cenderung normatif dan tidak sepenuhnya mencerminkan perilaku nyata.