Asmi, Elvina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Sebagai Fasilitator dalam Diferensiasi Pembelajaran Matematika (MAN Sebukar) Asmi, Elvina
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.7169

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan abad ke-21 menuntut guru berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri. Dalam pembelajaran matematika di MAN Sebukar, guru menghadapi tantangan berupa keragaman kemampuan akademik, gaya belajar, dan minat siswa. Kondisi ini memerlukan penerapan pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan individu agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator dalam menerapkan diferensiasi pembelajaran matematika di MAN Sebukar. Diferensiasi dipandang sebagai strategi efektif untuk menyesuaikan konten, proses, dan produk belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Namun, hasil observasi dan wawancara awal menunjukkan penerapan diferensiasi di MAN Sebukar masih terbatas, umumnya hanya pada variasi tingkat kesulitan tugas, belum mencakup strategi belajar dan asesmen yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang pembelajaran diferensiasi, pembimbing proses belajar, dan evaluator kemajuan siswa berdasarkan kebutuhan individual. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan kurangnya pelatihan khusus. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian tentang praktik diferensiasi di madrasah, yang masih jarang diteliti di Indonesia. Secara praktis, hasilnya diharapkan menjadi acuan bagi guru dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, serta merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan pemanfaatan media digital untuk mendukung personalisasi belajar.
Matematika dalam Keabadian: Antara Realitas Alam dan Konstruksi Pikiran Manusia ASMI, ELVINA; Meria, Leni Agus; Maradona, Maradona
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8432

Abstract

Matematika merupakan disiplin ilmu yang memiliki karakter unik karena berada pada persimpangan antara realitas alam dan konstruksi pikiran manusia. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hakikat keabadian matematika melalui analisis konseptual terhadap hubungan antara pola-pola alam dan proses kognitif manusia dalam membangun pengetahuan matematika. Penelitian ini menjadi urgen untuk dilakukan guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang matematika sebagai entitas yang menjembatani realitas empiris dan konstruksi konseptual. Kajian ini diharapkan tidak hanya memperkaya diskursus filsafat matematika, tetapi juga memberikan implikasi yang lebih luas bagi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan berbagai sumber literatur ilmiah terkait filsafat matematika, konstruktivisme, dan fenomena matematis dalam alam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa matematika tidak dapat dipahami secara parsial sebagai entitas yang sepenuhnya ditemukan maupun sepenuhnya diciptakan. Pola-pola matematis yang konsisten dalam alam, seperti spiral Fibonacci dan struktur fraktal, menunjukkan adanya keteraturan objektif yang dapat dimodelkan secara matematis. Di sisi lain, konsep-konsep matematika berkembang melalui proses abstraksi, generalisasi, dan simbolisasi yang merupakan aktivitas kognitif manusia. Keabadian matematika terletak pada kemampuannya mempertahankan konsistensi dan relevansi lintas ruang dan waktu, yang merupakan hasil sintesis antara stabilitas hukum alam dan struktur logika dalam pikiran manusia. Dengan demikian, matematika dapat dipahami sebagai entitas yang menjembatani antara dunia empiris dan konseptual. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran matematika tidak hanya perlu menekankan aspek prosedural, tetapi juga pemahaman filosofis untuk memperkaya cara pandang terhadap matematika sebagai bagian dari realitas dan konstruksi intelektual manusia. Dengan demikian, matematika dapat diposisikan secara lebih utuh sebagai sarana memahami dunia sekaligus sebagai hasil konstruksi intelektual manusia yang terus berkembang.