Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Indeks Transformasi Digital Nasional sebagai Instrumen Evidence Based Policy di Indonesia Sagita, Sarah
Journal of Governance and Policy Innovation Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober 2025, JGPI
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jgpi.v5i2.792

Abstract

Transformasi digital menjadi agenda strategis nasional yang krusial untuk meningkatkan daya saing, efisiensi tata kelola, dan pemerataan pembangunan. Untuk mengukur kemajuan tersebut, disusunlah Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN) yang mencakup lima pilar utama dan tiga tahapan kematangan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis capaian ITDN lintas provinsi serta memanfaatkannya sebagai instrumen evidence-based policy. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap data sekunder ITDN periode 2018–2022, penelitian ini menemukan bahwa skor rata-rata nasional meningkat 11,19%, namun masih berada pada kategori Cukup. Provinsi di Pulau Jawa mendominasi capaian tertinggi, sedangkan sebagian besar provinsi di kawasan timur tertinggal, khususnya pada pilar Bisnis dan Ekosistem. Analisis tahapan menunjukkan mayoritas provinsi masih berada pada level Foundation, menandakan keterbatasan dalam adopsi dan akselerasi teknologi digital. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian menghadirkan novelty berupa rumusan policy brief dengan rekomendasi kebijakan spesifik per pilar, mulai dari infrastruktur, literasi dan kemampuan digital, modernisasi UMKM, perbaikan ekosistem, serta reformasi regulasi tata kelola. Penelitian ini terbatas pada analisis deskriptif, penelitian berikutnya diharapkan dapat mengkaji lebih dalam hubungan ITDN dengan indikator pembangunan yang lebih komprehensif.
Kesenjangan Antara Sistem Pendidikan Dan Kebutuhan Keterampilan Digital Industri Dalam Mendukung Transformasi Digital Nasional Sagita, Sarah
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 8 عدد 2 (2026): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (Maret 2026)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v8i2.381

Abstract

National digital transformation has shown upward trend, however, the readiness of workforce with future-ready digital skills remains constrained by persistent gaps. This study aims to analyse the root causes of misalignment between education system and digital skill demands of industry in supporting Indonesia’s national digital transformation. The research employs a policy analysis approach using conceptual frameworks of future-ready digital skills and demand-driven skills development, alongside Bardach’s policy alternative evaluation method to assess the effectiveness of existing policy design. The findings indicate that the core problem does not lie in the absence of programmes, but rather in the lack of a binding and cross-sectoral national mechanism to systematically and sustainably translate industry digital skill demands into curriculum reform, workforce training, and certification systems. Policy fragmentation has led to sectoral interventions with limited impact on structural changes in provision of digital talent. This study recommends the establishment of national regulatory mechanism to integrate digital occupational competency standards into formal education system as a means to strengthen governance in digital skills alignment. The findings contribute to public policy development in the field of digital human resource development by emphasising the importance of integrated and adaptive regulatory design in response to dynamic industrial change