Su'eb
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI Su'eb
AL - IBRAH Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i2.177

Abstract

Dalam kehidupan dunia, ilmu pengetahuan mempunyai peran yang sangat penting. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan memberikan kemudahan bagi kehidupan, baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan bermasyarakat. Di samping ayat–ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu, al-Qur’an juga mendorong umat Islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. Dalam hubungan inilah konsep membaca, sebagai salah satu wahana menambah ilmu, menjadi sangat penting dan Islam telah sejak awal menekankan pentingnya membaca. Mencari dan menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan. Rasululullah SAW menjadikan kegiatan menuntut ilmu dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh kaum Muslimin untuk menegakkan urusan-urusan agamanya, sebagai kewajiban yang Fardlu ‘Ain bagi setiap Muslim. Ilmu yang Fardlu Ain yaitu ilmu yang setiap orang yang sudah berumur aqil baligh wajib mengamalkannya yang mencakup ilmu aqidah, mengerjakan perintah Allah, dan meninggalkan laranganNya.
MANUSIA DALAM TINJAUAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Su'eb
GAHWA Vol. 1 No. 1 (2022): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v1i1.214

Abstract

Filsafat Pendidikan Islam adalah induk dari segala pengetahuan yang berkembang sejak zaman Yunani kuno sampai zaman modern. Adapun manusia dalam tinjauan filsafat pendidik Islam adalah karya Allah SWT yang paling istimewa, baik dilihat dari sQSok diri, serta beban dan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya. Artinya manusia merupakan satu satunya makhluk yang perbuatannya mampu mewujudkan bagian tertinggi dari kehendak Tuhan. Didalam Al-Qur’an ada tiga konsep tentang makna manusia yaitu Al-Basyar, al-insan, an-Nas. Konsep pertama yaitu Al-Basyar, manusia tidak boleh jauh berbeda dengan mahluk biologis lainnya. Konsep yang kedua yaitu al-insan yang digunakan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan totalitas manusia sebagai mahluk jasmani dan rohani. Konsep yang ketiga yaitu an-Nas, manusia diciptakan sebagai mahluk yang bermasyarakat berawal dari pasangan laki-laki dan perempuan kemudian berkembang menjadi suku dan bangsa untuk saling kenal mengenal. Kemudian tinjauan filsafat terhadap penciptaan manusia dilihat dari penciptaannya juga sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwasanya menyatakan proses penciptaan manusia dalam dua tahap yang berbeda, yaitu: Pertama, tahapan primordial. Kedua, disebut dengan tahapan biologis. Pada tahapan primordial Adam sebagai manusia pertama diciptakan dari al-tin (tanah), diciptakan dari al-Turab (tanah debu), diciptakan dari shalshal (tanah liat), dan diciptakan dari hama’in masnun (tanah lumpur yang busuk). Tahapan adalah melalui proses biologi. Di dalam proses ini, manusia diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air mani (nuthfah) yang tersimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Selanjutnya Kaitan Manusia dengan Pendidikan Islam yaitu manusia tidak bisa berkembang dan hidup dengan baik dan sempurna tanpa pendidikan. Potensi yang dimiliki manusia (akal, nafs, qalb, dan roh) tidak berkembang tanpa pendidikan, karena itu kehadiran pendidikan bagi manusia adalah suatu keniscayaan.