Perkembangan kota dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, salah satunya adalah dengan melihat perkembangan fisiknya. Perkembangan fisik kota dapat diidentifikasi salah satunya melalui fenomena ekspansi lahan terbangun. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan model Cellular Automata sangat perlu untuk mengkaji fenomena ekspansi lahan terbangun, baik untuk kajian ilmiah maupun perencanaan tata ruang terutama di kota yang besar dan berkembang seperti Yogyakarta. Penelitian ini mencoba mengintegrasikan model SIG Cellular Automata dengan model lain berbasis statistik, yaitu Regresi Logistik Biner untuk memonitor serta memprediksi perkembangan fisik perkotaan Yogyakarta melalui pendekatan terhadap fenomena ekspansi lahan terbangun. Penggunaan data primer pada penelitian berupa peta penutup lahan tahun 2003 dan 2009 hasil klasifikasi multispektral dari Citra Landsat. Faktor yang digunakan untuk memprediksi perkembangan lahan terbangun pada penelitian ini adalah faktor perkembangan kota yang bersifat fisik, yaitu faktor jarak terhadap aksesibilitas dari jalan utama dan jalan non-utama serta jarak terhadap pusat kegiatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lahan terbangun di Kota Yogyakarta pada tahun 2003-2013 memiliki laju 329 ha/tahun dengan pusat perkembangan ke arah timur laut Kota Yogyakarta, yaitu daerah sekitar Kecamatan Gondomanan dan Kecamatan Depok. Model Cellular Automata yang diintegrasikan dengan model Regresi Logistik Biner memprediksi Kota Yogyakarta pada tahun 2013-2023 memiliki laju perkembangan 539 ha/tahun dengan pusat perkembangan ke arah barat daya Kota Yogyakarta, yaitu daerah sekitar Kecamatan Kasihan dan Mantrijeron.Kata Kunci : SIG, pemodelan, cellular automata, regresi logistik biner, YogyakartaABSTRACTUrban development can be viewed from some different points, the one is from its physical development or in the term of urban sprawl. Physical development of the city can be identified by the phenomenon of built-up area expansion. Utilization of Geographic Information System (GIS) with Cellular Automata modelling is very necessary in the study of the phenomenon of built-up area expansion, both of scientific study or applied study for spatial and regional planning, especially in a big-growing city like Yogyakarta City. This research try to integrate Cellular Automata GIS modelling with statistic-based model, the Binary Logistic Regression, for monitoring and predicting the physical development of Yogyakarta City through the phenomenon of built-up area expansion approach. Primary data used in this research are land cover maps in the year of 2003 and 2009 generated from multispectral classification of Landsat Image. In this research, the factors used for predicting the built-up area development (urban sprawl) are physical factors, they are the accessibility from main roads and secondary roads, and the distance to the activity centre like central business district. The result of this research shows that the development of built-up area in Yogyakarta City in 2003-2013 had the development rate of 329 ha/year with the central direction of its development to north-eastern part of Yogyakarta City, around the Gondomanan and Depok Sub-districts. Other result, Cellular Automata model which is integrated with Binary Logistic Regression model predicting that Yogyakarta City will have the development rate for 539 ha/year in 2013-2023 with the central direction of its development to south-western part of Yogyakarta City, around the Kasihan and Mantrijeron Sub-districts.Keywords: GIS, modeling, cellular automata, binary logistic regression, Yogyakarta