Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Implementasi Aplikasi D’journey terhadap Pengalaman Pelanggan Wisata dan Trip di PT Jasa dan Kepariwisataan Jawa Barat Inggrianto, Irsan Faudy
INFOMATEK Vol 27 No 2 (2025): Desember 2025 (In Press)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i2.32322

Abstract

Perkembangan pariwisata digital di Indonesia mendorong pemerintah daerah untuk mengadopsi teknologi berbasis aplikasi dalam meningkatkan pelayanan wisata. Salah satu inisiatif tersebut adalah D’Journey, aplikasi yang dikembangkan oleh PT Jasa dan Kepariwisataan Jawa Barat untuk mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan, mencari informasi destinasi, serta melakukan pemesanan layanan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna aplikasi D’Journey dengan fokus pada kepuasan, interaksi, serta peluang pengembangan layanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis kualitatif. Data diperoleh melalui survei daring yang melibatkan 30 responden pengguna D’Journey. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin dengan 19 indikator, ditambah pertanyaan terbuka untuk menggali persepsi pengguna secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari kelompok usia >45 tahun (40%) dan laki-laki (70%), dengan 80% di antaranya baru mencoba aplikasi sekali. Rata-rata penilaian indikator berada pada kisaran 3,87–4,23, dengan skor tertinggi pada “Rekomendasi kepada orang lain” dan “Niat menggunakan kembali” (4,23), sedangkan skor terendah pada “Pernah mendapat respon ulasan” (3,87). Analisis kualitatif mengungkap bahwa kemudahan penggunaan, kelengkapan informasi, dan keamanan transaksi menjadi keunggulan utama, sedangkan tampilan antarmuka, metode pembayaran, dan respons ulasan masih perlu diperbaiki. Secara keseluruhan, aplikasi D’Journey terbukti memenuhi ekspektasi dasar pengguna namun masih memerlukan strategi penguatan interaksi pasca-pembelian dan diversifikasi fitur. Implikasi penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan aplikasi pariwisata daerah yang lebih responsif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengguna.