Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan Kasus: Ensefalopati Hipoksik Iskemik dengan Terapi Hipotermia Ilmiah, Masnuchotul; Ratnasari, Marina
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i10.7085

Abstract

Ensefalopati hipoksik iskemik (EHI) adalah istilah umum untuk cedera otak yang terjadi sebelum, selama, atau segera setelah kelahiran dengan etiologi asfiksia yang dapat mengalami disabilitas ringan hingga berat bahkan kematian. Faktor risiko yang berkaitan erat meliputi infark/ insufisiensi plasenta, abruptio/ solusio plasenta, prolaps tali pusat, anemia maternal. Manifestasi klinis antara lain nilai APGAR rendah saat persalinan, kejang, asidosis metabolik darah umbilikal, serta adanya defisit neurologis jangka panjang. Seorang bayi laki-laki lahir tidak langsung menangis, tonus otot lemah, sianosis dan setelah beberapa saat mengalami kejang. Bayi lahir secara spontan pada usia kehamilan 40 minggu 5 hari, APGAR skor 3-6-8, berat badan lahir 3270 gram, panjang badan 51 cm dan lingkar kepala 34 cm, denyut jantung 150 x/m, frekuensi napas 59 x/m, suhu 36 C, SpO2 92%. Pasien menjalani pemeriksaan darah rutin, USG kepala dan CT scan dengan kontras yang menunjukkan hasil hypoxic ischemic pada parenkim cerebri, tak tampak gambaran meningoencephalitis. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, bayi didiagnosa dengan neonatus ensefalopati hipoksik iskemik mild – moderate dengan penilaian awal asfiksia berat dan kejang neonatus. Pasien mendapat terapi hipotermia kurang dari 6 jam setelah lahir dan kejang teratasi dalam waktu 2x 24 jam.