Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : PESHUM

Ketahanan Psikologis Sebagai Faktor Protektif Dalam Pemulihan Trauma Pelecehan Seksual: Systematic Review Anggreni Thamrin, Dian
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14248

Abstract

Pelecehan seksual merupakan bentuk trauma interpersonal yang menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi penyintas, termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, dan kecemasan. Namun, tidak semua individu mengalami dampak yang sama. Hal ini menunjukkan adanya peran faktor protektif internal seperti ketahanan psikologis (psychological hardiness). Hardiness terdiri dari tiga komponen utama yaitu commitment, control, dan challenge, yang diyakini dapat memperkuat adaptasi terhadap trauma. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bukti empiris mengenai hubungan antara ketahanan psikologis dan pemulihan trauma akibat pelecehan seksual. Studi ini menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti PubMed, Scopus, dan ScienceDirect yang dipublikasikan antara tahun 2010 hingga 2025. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian kualitas, sebanyak 18 artikel dipilih untuk dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa ketahanan psikologis berperan signifikan dalam menurunkan tingkat gejala PTSD, depresi, dan kecemasan pada penyintas pelecehan seksual. Komponen control dan commitment terbukti mendukung pemulihan melalui strategi coping adaptif dan proses meaning-making. Faktor-faktor seperti dukungan sosial, konteks budaya, dan jenis kelamin juga memoderasi hubungan antara hardiness dan pemulihan. Ketahanan psikologis merupakan faktor penting dalam proses pemulihan trauma pelecehan seksual. Intervensi psikologis berbasis penguatan hardiness perlu dikembangkan sebagai pendekatan untuk mendukung penyintas dalam membangun kembali ketahanan mentalnya.