Ketimpangan akses internet di wilayah pedesaan menjadi persoalan mendasar dalam pembangunan digital. Keterbatasan infrastruktur, kualitas layanan yang tidak stabil, dan ketiadaan sistem pemantauan menyebabkan masyarakat desa belum memperoleh akses digital yang merata. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang sistem monitoring jaringan internet desa menggunakan perangkat lunak The Dude dan menguji efektivitasnya dalam mendukung pemerataan akses digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen. Sistem dipasang pada server lokal untuk merekam parameter teknis jaringan seperti latency, packet loss, throughput, dan availability . Data teknis dikumpulkan melalui log monitoring selama empat minggu. sementara data persepsi pengguna diperoleh melalui kuesioner berskala Likert kepada 30 responden. Data teknis dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat tren performa jaringan, sedangkan data persepsi dianalisis melalui uji t berpasangan dan korelasi Pearson guna mengukur perubahan signifikan dan hubungan antara performa teknis dengan kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan latency dan packet loss serta peningkatan throughput dan availability secara konsisten. Persepsi pengguna juga meningkat signifikan terkait stabilitas dan pemerataan akses internet. Disimpulkan bahwa sistem monitoring berbasis The Dude efektif mendukung kualitas teknis dan sosial akses digital desa. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel lintas wilayah, memperpanjang periode monitoring, serta mengintegrasikan analitik prediktif berbasis machine learning.