Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Sektor Sektor administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib dan Sektor Konstruksi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Kotngoran, Wiljan; Liur , Lisye Magdalena
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (X₁) serta sektor Konstruksi (X₂) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak EViews. Data yang digunakan berupa data deret waktu (time series) selama periode 2011–2024 yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (X₁) memiliki nilai t-statistic sebesar 0,428 dengan probabilitas 0,6763, sedangkan sektor Konstruksi (X₂) memiliki t-statistic -1,731 dengan probabilitas 0,1113. Kedua variabel memiliki nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, yang berarti tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan nilai F-statistic sebesar 2,196 dengan probabilitas 0,157, yang juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan dari kedua variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai Adjusted R² sebesar 0,155 mengindikasikan bahwa sebesar 15,5% variasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat dijelaskan oleh sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib serta sektor Konstruksi, sedangkan 84,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi bebas dari masalah multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan berdistribusi normal, sehingga model layak digunakan untuk analisis.