Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jebakan Paylater Era Flexing: Studi Integratif TPB terhadap Literasi Keuangan Digital, Kontrol Diri, dan Gaya Hidup Konsumtif Gen Z di Kota Bandung Komalasari, Ayu Endah; Firmansyah, Habil
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3212

Abstract

Fenomena PayLater sebagai inovasi Financial Technology (FinTech) telah memicu peningkatan perilaku konsumtif di kalangan Generasi Z (Gen Z) di Indonesia, dengan nilai utang mencapai Rp29,59 triliun pada tahun 2024, terutama di kota-kota besar seperti Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Theory of Planned Behavior (TPB) terhadap literasi keuangan digital, kontrol diri, dan gaya hidup konsumtif dalam perilaku penggunaan PayLater pada Gen Z. Studi ini berupaya mengintegrasikan aspek kognitif, psikologis, dan sosial guna mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang cenderung menyoroti faktor ekonomi tanpa mempertimbangkan perilaku dan kontrol individu. Hipotesis utama menyatakan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan PayLater, kontrol diri berpengaruh terhadap perceived behavioral control (PBC), serta gaya hidup konsumtif berpengaruh terhadap norma subjektif (SN). Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan teknik survei daring yang melibatkan 300 responden Gen Z di Kota Bandung, menggunakan purposive sampling dan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari ketiga variabel terhadap perilaku penggunaan PayLater, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan strategis untuk mengurangi risiko utang konsumtif dan meningkatkan literasi keuangan digital. Temuan ini juga diharapkan mendukung implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menekankan keseimbangan antara inovasi keuangan digital dan inklusi keuangan berkelanjutan.