Stroke didefinisikan sebagai manifestasi klinis yang terjadi secara akut akibat adanya disfungsi neurologis pada otak, medula spinalis, dan retina, baik secara sebagian maupun menyeluruh, yang berlangsung selama 24 jam atau menyebabkan kematian akibat gangguan pada pembuluh darah. Salah satu indikasi dan gejala yang umum dijumpai adalah kelemahan pada kekuatan otot terutama pada ektermitas atas. Salah satu jenis latihan rehabilitasi yang dianggap efektif untuk mencegah kecacatan pada pasien stroke adalah latihan Range Of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Range Of Motion (ROM) dengan menggunakan squeezing Squishy terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen (two group pre-test post-test with control group design). 30 responden (15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol) dengan teknik nonprobability sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu skala pengukuran kekuatan otot medical record council (MRC) pengukuran berpokus di ektermitas atas dan Standar Operasional Prosedur (SOP) ROM dengan menggunakan squeezing squishy. Hasil: Hasil uji t independen hasil mean post-test kelompok intervensi dan kontrol mean difference 0.60 hasil uji statistik didapatkan p value = 0.035 (? < 0.05) artinya ada pengaruh ROM dengan menggunakan squeezing squishy pada ektermitas atas. Range of motion (ROM) dengan menggunakan squeezing squishy, teryata bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pada ektermitas atas pada pasien stroke dan dari hasil penelitian sangat efektif ada peningkatan kekuatan otot setelah diberikan intervensi ROM dengan squishy. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam terapi non-farmakologis untuk meningkatkan kekuatan otot pasien stroke.