A stable and secure supply of electrical energy to consumers is paramount and of primary importance. In the distribution system, disturbances often occur, especially during peak load times, which of course can result in a decrease in power, equipment damage, and power outages. This study aims to analyze the transient stability of the electric power distribution system, especially in PLN ULP North Manado, which focuses on one feeder, namely SR 8. By using ETAP 19.00 software, a Single Line Diagram simulation was carried out which includes 18 buses on the SL 8 feeder, especially the frequency and voltage response to disturbances on Bus 102. This simulation shows that after the load shedding, the system voltage condition reaches 150% of the nominal voltage, which states that the system is unstable (overhead) which causes significant changes in the voltage waveform and after that experiences damped oscillations and then returns to a stable condition. The results of the frequency show a linear decrease due to an increase in the system frequency, which is modeled through a linear equation as a form of system damping. From this study, it can be concluded that the distribution system in ULP North Manado experiences transient instability during load shedding, which is indicated by an excessive voltage response and a significant decrease in frequency. Therefore, a strategy is needed to improve system reliability, namely the implementation of Distributed Generation (DG), which can control system stability, particularly voltage and frequency, during disturbances. ABSTRAKPasokan energi listrik yang stabil dan aman pada konsumen adalah hal terpenting dan yang utama. Pada sistem distribusi seringkali terjadi gangguan apalagi pada waktu beban puncak yang tentunya dapat mengakibatkan adanya penurunan daya, kerusakan peralatan, dan pemadaman listrik.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas transien pada sistem distribusi tenaga listrik khususnya di PLN ULP Manado Utara, yang berfokuskan pada satu penyulang yaitu SR 8. Dengan menggunakan perankat lunak ETAP 19.00 maka dilakukan simulasi Single Line Diagram yang mencakup 18 bus pada penyulang SL 8 khususnya respon frekuensi dan tegangan terhadap gangguan pada Bus 102. Simulasi ini menunjukkan hasil bahwa setelah adanya pelepasan beban kondisi tegangan sistem mencapai 150% dari tegangan nominal yang menyatakan bahwa sistem tersebut tidak stabil (overhead) yang menyebabkan perubahan signifikan pada bentuk gelombang tegangan dan setelah itu mengalami osilasi teredam dan kemudian kembali dalam kondisi stabil. Hasil dari frekuensi menunjukkan adanya penurunan linier dikarenaan peningkatan pada frekuensi sistem,yang dimodelkan lewat persamaan linear sebagai bentuk redaman sistem. Dari penelitian ini bisa isimpulkan bahwa sistem distribusi di ULP Manado Utara terjadi ketidakstabilan transien pada saat adanya pelepasan beban, yang ditunjukkan oleh respon tegangan yang berlebih dan adanya penurunan frekuensi yang signifikan. Sehingga diperlukan strategi yang dapat meningkatkan keandalan sistem, yakni penerapan Distributed Generation (DG) yang bisa mengontrol kestabilan sistem khususnya tegangan dan frekuensi ketika terjadi gangguan.