Suhada Agung, I Putu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pergerakan Kamera sebagai Penguat Unsur Dramatik pada Film Pengabdi Setan 2: Communion Syabantoro, Berlian; Suhada Agung, I Putu
CandraRupa : Journal of Art, Design, and Media Vol. 4 No. 2 (2025): Vol.4 No.2, October 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/candrarupa.v4i2.812

Abstract

The film Pengabdi Setan 2: Communion has an important aspect in terms of cinematography, more precisely in camera movement, because if cinematographic elements are combined into one in a series of scenes, they can strengthen the visuals, apart from that, the messages and impressions contained in the film can be conveyed to the audience. This research aims to determine the presence of dramatic elements in camera movement. The research method uses descriptive qualitative with observation and literature study data collection techniques The research was conducted by observing scenes in the film that include many camera movements and dramatic elements that emerge from the camera movements. Based on the observation results, 217 camera movements were found, data reduction was carried out to select scenes that contained dramatic elements from camera movements, which contained 18 scenes in the form of dramatic elements of horror, tension (suspense) and surprise. Data analysis was carried out by observing scenes that had undergone a data reduction process that was adjusted to the theoretical basis of camera movements and dramatic elements.. The results of the research show that camera movements in films are able to strengthen dramatic elements with different feelings. The camera movement that is often used in this film is handheld in 11 scenes which can increase the dramatic element with the majority of it being tense (suspense). The movement of a handheld camera moving in a shaky and unstable manner can create a more natural image, so that it can give the impression of tension (suspense) for the audience and strengthen the dramatization of scenes in the film.
Penerimaan Mahasiswa Seni Teater ISI Surakarta Terhadap Pemeran Bintang Film Bumi Manusia Suhada Agung, I Putu; Nurfatimah, Rofi
CandraRupa : Journal of Art, Design, and Media Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No.2, October (2023)
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/candrarupa.v2i2.449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keaktoran para pemeran bintang dalam Film Bumi Manusia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan teknik Focussed Group Discussion (FGD) dengan responden mahasiswa prodi Seni Teater ISI Surakarta. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori Encoding/Decoding yang menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menerima keaktoran pemeran bintang jika aktor tersebut dapat memenuhi karakter atau profil tokoh yang harus dimunculkan dalam film Bumi Manusia. Peserta cenderung setuju atau menerima karakter tokoh Minke sebagai protagonis, namun hanya pada beberapa adegan. Seluruh peserta dapat menerima Fisiologi Annelies Mellema sebagai gadis blasteran Belanda Indonesia. Karakter Nyai Ontosoroh dapat diterima oleh peserta FGD, namun dalam hal penggambaran seorang gundik masih belum tergambarkan secara keseluruhan. Peserta cenderung menerima karakter tokoh Minke sebagai Protagonis, namun hanya pada beberapa adegan. Seluruh peserta dapat menerima fisiologi Annelies Mellema sebagai gadis blasteran Belanda Indonesia. Karakter Nyai Ontosoroh dapat diterima oleh peserta FGD, namun dalam hal penggambaran seorang gundik masih belum tergambarkan secara keseluruhan. Peserta cenderung tidak menerima keaktoran Iqbaal Ramadhan sebagai Minke, karena masih terbawa tokoh yang diperankan pada film sebelumnya yaitu tokoh Dilan. Terdapat dua kategori penerimaan yang bobotnya seimbang terhadap keaktoran Mawar Eva de Jongh sebagai Annelies Mellema, yaitu sebagian menerima (dominant-hegemonic) dan sebagian menerima tapi hanya pada beberapa adegan saja (negotiated code). Peserta cenderung menerima keaktoran Giorgino Abraham sebagai Robert Mellema, karena telah berhasil menjiwai perannya dan membuat penonton merasa kesal dengan aktingnya sebagai antagonis dalam film Bumi Manusia.
Strategi Manajemen Acara Festival Sinema Akhir Tahun (SAT) Sebagai Jalur Ekshibisi Film Tahun 2019 - 2021 Sugawa, Oka; Suhada Agung, I Putu
CandraRupa : Journal of Art, Design, and Media Vol. 3 No. 1 (2024): Vol.3 No.1, March (2024)
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/candrarupa.v3i1.580

Abstract

Sinema Akhir Tahun (SAT) merupakan festival film kampus yang diselenggarakan oleh mahasiswa Prodi Film dan Televisi (FTV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. SAT diselenggarakan sebagai distribusi alternatif, supaya para pembuat film, komunitas independen dan mahasiswa dapat menayangkan karyanya. Penelitian ini berfokus pada analisis manajemen acara SAT pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Pemilihan tiga tahun tersebut untuk mengetahui strategi manajemen acara SAT sebelum pandemi, saat pandemi dan setelah pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara narasumber kunci, studi dokumentasi berupa arsip dan laporan kegiatan, serta triangulasi sumber data. Analisis data SWOT digunakan untuk mengetahui strategi dan aspek evaluatif pada konsep Management Event Joe Goldblatt yang terdiri dari research, design, planning, coordinating, dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan SAT 2019, 2020, dan 2021 terbukti mampu menjadi embrio festival film mahasiswa di Indonesia yang diinisiasi oleh kampus.