Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Karakteristik Pecinan dalam Arsitektur Vernakular Ruko Jap Loen di Bandung: Warisan Budaya dan Adaptasi Lokal Aswanti, Coral; Larasati, Dewi; Pangestu, Roiswahid Dimas
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7634

Abstract

Ruko (rumah toko) adalah elemen arsitektur khas yang mendominasi kawasan Pecinan di berbagai kota Indonesia, menjadi simbol peran etnis Tionghoa dalam perkembangan ekonomi melalui perdagangan. Salah satu contoh bersejarah adalah Ruko Jap Loen di Jalan Pasar Andir, Bandung, yang didirikan pada 1923 oleh Jap Loen, seorang pengusaha tekstil dan properti. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai pasar ikan asin dan telah menjadi saksi perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya Tionghoa di Bandung. Secara arsitektural, Ruko Jap Loen mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan pengaruh lokal, dengan elemen-elemen desain tradisional yang khas. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan Pecinan Bandung mengalami transformasi menuju arsitektur modern, mengurangi jumlah ruko tradisional yang tersisa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik arsitektur Pecinan pada Ruko Jap Loen, dengan fokus pada nilai-nilai budaya dalam desainnya serta adaptasi etnis Tionghoa terhadap lingkungan lokal. Menggunakan metode kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengandalkan wawancara mendalam dan analisis dokumen historis. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya pelestarian warisan budaya untuk menjaga identitas kawasan Pecinan di tengah pesatnya perkembangan arsitektur modern.
The Influence of Adaptive Capacity and Participatory Governance on Community Preparedness for Flood Disasters Fathinnisa, Rr Nafisa Alya; Larasati, Dewi; Kusuma, Hanson Endra; Zahrah, Wahyuni; Pangestu, Roiswahid Dimas
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v10i1.24447

Abstract

Global climate change has increased the frequency and intensity of hydrometeorological disasters, particularly floods in urban areas of Indonesia. High settlement density, inadequate drainage systems, and limited community preparedness further exacerbate flood vulnerability. Although various flood mitigation strategies have been implemented, the relationship between mitigation effectiveness, perceptions of community participation, and community readiness remains insufficiently examined through quantitative approaches, limiting the development of effective community-based interventions. This study analyses the influence of flood mitigation efforts—specifically adaptive capacity—and perceptions of community participation on community readiness, measured through risk literacy and structural preparedness. A mixed-methods approach was applied, combining factor analysis to identify latent dimensions and linear regression to examine relationships between variables. Data were collected from questionnaires administered to residents with prior flood experience and analysed using JMP software. The results indicate that Adaptive Capacity has a positive and significant effect on Structural Preparedness (β = 0.3930; p < 0.0001) and Risk Literacy (β = 0.3765; p < 0.0001). The Governance dimension of participation also shows a positive and significant influence on Structural Preparedness (β = 0.2499; p = 0.0170). In contrast, the Environmental Action dimension exhibits a negative and significant relationship with Risk Literacy (β = –0.3070; p = 0.0019). These findings suggest that community readiness is more strongly influenced by adaptive capacity and participatory governance than by physical environmental actions alone. The study highlights the need to integrate technical and social approaches and to strengthen risk literacy to enhance long-term community resilience to flood risks.