Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Reforma Agraria Untuk Keaamanan Bermukim Yang Adil Di Kampung Dukuh Kupang Barat Kota Surabaya Annisa Aufani Azzahra; Nadhir Salahuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6051

Abstract

Dukuh Kupang Barat adalah pemukiman padat penduduk di kota Surabaya yang menghadapi tantangan besar, terutama status hukum tanah yang tidak jelas dan kerentanan masyarakat terhadap penggusuran. Reforma agraria diadopsi sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mempromosikan keadilan dan menjamin keamanan perumahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman warga tentang reforma agraria, memperkuat kelembagaan lokal, dan membangun solidaritas sosial di masyarakat. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yang diimplementasikan melalui sosialisasi, pemetaan partisipatif, diskusi kelompok terfokus, dan pendampingan advokasi. Temuan ini mengungkapkan bahwa warga memperoleh pengetahuan baru tentang hak atas tanah, membentuk kelompok reforma agraria lokal, dan mengembangkan kesadaran yang lebih besar akan pentingnya legalitas tanah. Selanjutnya, terjadi pergeseran sikap sosial, dari saling curiga awal menjadi saling percaya yang lebih kuat. Program ini telah berkontribusi untuk meningkatkan rasa aman perumahan penduduk dan telah memperkuat daya tawar mereka dalam perjuangan hak atas tanah.
Pendampingan Berbasis Aset Pada Masyarakat Pedagang : Peluang Pengembangan Perdagangan Sawo Dusun Bunut Desa Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Asror, Khozinatul; Salahuddin, Nadhir
Journal of Islamic Community Development Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2021.1.2.84-104

Abstract

This is a report of empowerment effort to sapodilla fruit sellers in Bunut Bringin village. The location of selling the fruit is relatively strategic as it is at the main road where many traveler passing by. The location obviously helps communities of sapodilla fruit sellers, however it is insufficient to attract more people in order to have more income from the selling. The sellers have tried to find a way to increase their income not just by selling the fruit, but also selling food that made of this fruit, like jam. But this was unsuccessfully, the sellers not satisfied with the product as the flavor of the fruit disappear when it is transformed into jam. They, then, reluctant to try and innovate the product. The disappointed sellers is, then, focus of this work. Using Asset-based Community development (ABCD) approach, this work has motivated the sellers to mobilize their own strength to open opportunity to make betterment of their life. Appreciative inquiry was used to nurture agency among the sellers, and it was also successfully to bring more cohesiveness. The approach has had successfully to make people realized that despite all the challenges, there are still widely open opportunity regarding sapodilla fruit selling efforts. This is very much in accordance with the teaching of Islam that in Qur’an Allah says that Allah will not change the condition of the people unless they make the effort. It is also a prove that in the work of community development, changing the mindset of the people is really at the center of the transformative change.
Mewujudkan Kepedulian Lingkungan Berbasis Ajaran Agama Islam: Melalui Pendampingan Ibu-Ibu PKK dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung di Desa Gendol Kabupaten Ngawi Pratiwi, Vivin Chintia; Salahuddin, Nadhir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3454

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemanfaatan limbah kulit jagung sebagai sumber ekonomi kreatif melalui pendampingan Ibu-ibu PKK di Desa Gendol, Kabupaten Ngawi. Pengabdian ini mencakup identifikasi potensi lokal, pelatihan pembuatan kerajinan berbahan kulit jagung (bunga hias, anyaman, dan aksesoris), serta pendampingan dalam proses produksi dan pemasaran. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi untuk memahami dinamika pemberdayaan masyarakat secara komprehensif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan anggota PKK, terbentuknya kelompok usaha produktif, berkurangnya praktik pembuangan atau pembakaran limbah, serta bertambahnya pendapatan keluarga melalui pemasaran produk di pasar lokal maupun platform digital. Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat peran sosial perempuan dan menumbuhkan kesadaran lingkungan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Pengabdian ini merekomendasikan keberlanjutan program melalui dukungan desa, akses modal mikro, serta penguatan strategi pemasaran untuk memperluas manfaat sosial-ekonomi.
Membangun Kerjasama Strategis Berbagai Pihak Untuk Perubahan Masyarakat Refleksi Pengalaman KKN Menggunakan Metode ABCD Qurotul'Ain, Andini Rofi'ah; Salahuddin, Nadhir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3489

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukosari Lor, Kabupaten Bondowoso, merupakan bentuk pengabdian masyarakat berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) yang menekankan penguatan kemitraan strategis antar pihak. Program ini bertujuan mengembangkan potensi lokal melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam pengelolaan rest area desa. Pendekatan ABCD dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu inkulturasi, discovery, dream, design, define, dan destiny. Setiap tahap difokuskan pada peningkatan partisipasi, pemetaan aset lokal, dan kolaborasi lintas sektor. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan rest area, terbentuknya kelompok pengelola berbasis masyarakat, serta forum komunikasi yang memperkuat kerja sama antara warga dan pemerintah desa. Selain menghasilkan perubahan fisik, program ini juga mendorong transformasi sosial berupa tumbuhnya rasa kepemilikan, kepercayaan, dan gotong royong antar pihak. Melalui penerapan metode ABCD, kegiatan KKN ini membuktikan bahwa kolaborasi strategis menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan desa berbasis aset lokal.
Kepemimpinan Kolektif Untuk Perubahan Sosial Di Wilayah Rural Advina Salas Kusniawati; Nadhir Salahuddin
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 6 (2025): November
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i6.7138

Abstract

Masyarakat desa seringkali memiliki potensi lokal yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal akibat pola pikir yang pasif dan bergantung pada pihak luar. Kondisi ini juga terjadi di Desa Pocol, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, di mana komoditas melimpah tetapi belum dikelola secara produktif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong perubahan sosial melalui penerapan kebijakan kolektif dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ABCD dilaksanakan melalui lima tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, dengan melibatkan masyarakat aktif dalam setiap proses. Temuan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada pola pikir ibu-ibu dari pasif menjadi aktif, ditandai dengan keterlibatan mereka dalam pemetaan aset, perumusan mimpi kolektif, serta pelatihan produksi olahan singkong bernilai ekonomi. Selain itu, praktik kepemimpinan kolektif dalam tim mahasiswa KKN memperkuat kerjasama, komunikasi terbuka, dan mendistribusikan tanggung jawab yang setara, sehingga mampu menjadi penggerak perubahan sosial di wilayah pedesaan. Program ini membuktikan bahwa kepemimpinan kolektif berbasis aset lokal dapat menciptakan kesadaran kolektif dan mendorong kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pendampingan Pelaku UMKM dalam Rangka Mendapatkan Sertifikasi Halal dengan Pendekatan Asset-Based Community Development di Desa Hargosari Sine, Kabupaten Ngawi Rosyidah, Ainur; Salahuddin, Nadhir
Jurnal Aksi Afirmasi Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnalaksiafirmasi.v7i1.2329

Abstract

The Community Service Program (KKN) in Hargosari Village focused on a halal certification verification program for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This program aims to increase consumer confidence and expand the market for local products. This mentoring program examined the challenges faced during the verification process, the MSMEs' perspectives on the program, and its relationship to Islamic values. The method used was Asset-Based Community Development (ABCD), a community mentoring approach based on the village's existing potential. The first stage (discover) was carried out through field observations and MSME mapping. The second stage (dream) involved discussions with residents to explore hopes and potential. The third stage (design) involved developing a mentoring program, including logo creation, product catalogs, education, and digital promotion. The fourth stage (destiny) involved program implementation and collaboration between MSMEs and the Mathla'ul Anwar Halal Product Processing Assistance Institute (LP3H) team in Ngawi Regency. The results of this activity indicated that MSMEs have great potential, but still face obstacles such as a lack of promotion and unfamiliarity with technology. Through education and mentoring, the community's understanding and entrepreneurial spirit have increased. This activity marked the beginning of a positive collaboration between residents, the village government, the Village-Owned Enterprises (BUMDes), and students to build an independent and thriving village.