Fajrina Margareth Viruliana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Penyiaran Islam dan Pembentukan Identitas Religius di Masyarakat Multikultural Fajrina Margareth Viruliana
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/24dfmw89

Abstract

This study discusses Islamic Broadcast Communication and the Formation of Religious Identity in a Multicultural Society. The aim is to understand how the process of Islamic broadcast communication plays a role in instilling Islamic values ​​and shaping the religious identity of a society living amidst cultural, ethnic, and religious diversity. In the context of a multicultural society, Islamic broadcast media functions not only as a means of da'wah (Islamic outreach) but also as a social instrument capable of strengthening tolerance, solidarity, and social cohesion. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Triangulation of sources and methods was used to ensure data validity. The results indicate that Islamic broadcast communication plays a significant role in shaping a religious identity that is not merely symbolic but reflective an identity rooted in spiritual awareness, social ethics, and humanitarian responsibility. Through moderate, contextual, and inclusive broadcasting, Islamic values ​​are disseminated in a peaceful and rational manner, thereby fostering religious awareness and strengthening mutual respect amidst differences. Abstrak Penelitian ini membahas tentang Komunikasi Penyiaran Islam dan Pembentukan Identitas Religius di Masyarakat Multikultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses komunikasi penyiaran Islam berperan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk identitas religius masyarakat yang hidup di tengah keberagaman budaya, etnis, dan agama. Dalam konteks masyarakat multikultural, media penyiaran Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana dakwah, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu memperkuat toleransi, solidaritas, dan kohesi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi penyiaran Islam berperan penting dalam membentuk identitas religius yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi reflektif yaitu identitas yang berakar pada kesadaran spiritual, etika sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan. Melalui penyiaran yang moderat, kontekstual, dan inklusif, nilai-nilai Islam disebarluaskan dengan cara yang damai dan rasional, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran religius serta memperkuat rasa saling menghargai di tengah perbedaan.