Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis bibliometrik atas penggunaan pendekatan fenomenologi kritis dalam kajian ilmu komunikasi Intania, Ade Naura; Pascagerhana, Alam Tonggak Amarta; Nurapriani, Dewi; Malik, Enong; Rumbiak, Ningsih Hilda
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025 - Oktober 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i1.62730

Abstract

Latar belakang: Fenomena komunikasi dalam kehidupan sehari-hari pasti terjadi karena berkaitan dengan pengalaman manusia. Untuk memahami lebih dalam mengenai pengalaman manusia, maka fenomenologi menjadi salah satu pendekatan dalam melihat bagaimana suatu kekuasaan, gender, budaya, serta bagaimana masyarakat dapat mempengaruhinya. Khususnya pendekatan fenomenologi kritis, dimana hal ini tidak hanya sekedar bersifat mendeskripsikan pengalaman seseorang, tetapi juga dapat mengkritisi suatu ketidakadilan serta berusaha dalam mengubah suatu tatanan sosial yang menindas. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mempelajari berbagai artikel terkait fenomenologi kritis dalam kajian ilmu komunikasi dengan menggunakan bibliometrik dalam pendekatan analisis dan perangkat lunak R Studio dengan bantuan Biblioshiny. Metode: Studi ini menganalisis 82 artikel yang diterbitkan di basis data Scopus dalam kurun waktu tahun 2015 hingga 2024. Ulasan tersebut mengidentifikasi berbagai penulis yang paling relevan dengan metode pendekatan fenomenologi kritis terutama dalam ilmu komunikasi, artikel yang sering banyak dikutip, tren publikasi, kata kunci dan tema, dan topik yang sedang tren terkait fenomenologi kritis dalam kajian ilmu komunikasi. Hasil: Tinjauan ini menunjukkan bahwa penelitian dalam fenomenologi kritis yang berkaitan dengan kajian ilmuĀ  komunikasi, trennya meningkat sekitar 31,7% pada tahun 2024 dan merupakan jumlah tingkat publikasi ilmiah tertinggi. Adapun dalam beberapa tahun terakhir yang mengalami peningkatan dalam publikasi yakni tahun 2021 hingga 2024 memiliki 66 dokumen sekitar 75% yang dipublikasikan. Studi ini menyimpulkan bahwa fenomenologi kritis memaparkan pengalaman manusia tidak hanya dapat dipahami secara subjektif (seperti dalam fenomenologi tradisional), tetapi juga harus dianalisis dalam konteks struktur sosial, kekuasaan, dan ketidakadilan yang membentuk pengalaman tersebut
Female Sensuality on Screen Intania, Ade Naura; Widarini, Dwi Ajeng; Bayquni
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2022): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v10i2.4759

Abstract

Mass media is one of the important things in human life to get information and entertainment. Mass media, one of which is television, has been around for a long time and has used women as an attraction. Women are used for their bodies and sensuality in television programs to make them more attractive and serve as entertainment content. This study aims to determine the semiotic analysis of the exploitation of women's sensuality and to find out the semiotic representation of the exploitation of women's sensuality in the Tonight Show NET.TV program, especially the episode on February 21, 2020. The method used is Roland Barthes' Semiotics and the theory of Gender, Expression, and Feminism as theory supporting this research. In general, the results of the analysis of this study found that the denotative, connotative, and mythical meanings contained in the NET.TV Tonight Show Program were seen from several signs such as the appearance of female guest stars, facial expressions, and dialogue between the host and guest stars that showed sexual context so that the show is entertaining and funny. This ultimately represents the exploitation or use of women's sensuality even in the form of jokes or chatter. For that, a great awareness is needed not to use women in the mass media industry, as well as educating the public about gender equality.