Pasar Tradisional Beji berperan penting sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tempat bertemunya pelaku usaha kecil dan menengah, serta sarana distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara terstruktur terhadap pedagang, pengunjung, dan pengelola pasar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Beji memiliki potensi besar dalam perputaran ekonomi lokal karena masih diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, serta menjadi tempat pemasaran utama produk-produk lokal seperti hasil pertanian dan makanan olahan rumahan. Namun, pasar ini menghadapi sejumlah tantangan besar, seperti persaingan dengan pasar modern dan minimarket, kondisi infrastruktur yang kurang memadai, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital oleh para pedagang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strategi yang disarankan meliputi revitalisasi fisik pasar agar lebih nyaman dan bersih, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital bagi pedagang, penerapan sistem pembayaran non-tunai, serta kemitraan dengan pemerintah daerah dan sektor swasta dalam program pengembangan pasar rakyat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengambil kebijakan, pengelola pasar, dan masyarakat dalam memperkuat kembali pasar tradisional sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan berdaya saing di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang semakin cepat dan kompleks, terutama di wilayah pedesaan yang masih sangat bergantung pada aktivitas pasar tradisional.