Alat kontrasepsi implan termasuk dalam MKJP yang disusupkan di bawah kulit dengan cara melepaskan sejumlah levonogestrel ke dalam darah melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik`untuk menunda dan menjarakkan kehamilan.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya peminat penggunaan alat kontrasepsi implan pada pasangan usia subur di Desa Tamalatea Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi di Desa Tamalatea. Hasil uji analisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikasi 0,05, terdapat pengaruh pengetahuan dengan kurangnya peminat penggunaan alat kontrasepsi implan pada pasangan usia subur dengan nilai p-value: 0,01, terdapat pengaruh dukungan suami dengan kurangnya peminat penggunaan alat kontrasepsi implan pada pasangan usia subur dengan nilai p-value: 0,002, terdapat pengaruh informasi dari petugas kesehatan dengan kurangnya peminat penggunaan alat kontrasepsi implan pada pasangan usia subur dengan nilai p-value: 0,01. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, dukungan suami dan informasi dari petugas kesehatan dengan kurangnya peminat penggunaan alat kontrasepsi implan pada pasangan usia subur. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk lebih memperhatikan faktor-faktor yang memepengaruhi kurangnya peminat penggunaan alat kontrasepsi implan pada pasangan usia subur