Endiko Sadewa Ginting
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Koordinasi Mata-Tangan terhadap Keberhasilan Pukulan Forehand dan Backhand pada Pemain Tenis Lapangan Alfaroh Devid B Maharaja; Ali sahbana Nasution; Nanda Trisia Sinaga; Endiko Sadewa Ginting; Nurkadri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.35328

Abstract

Hand-eye coordination is a person's ability to align visual function with hand motor movements to achieve precision in directing an object to the desired target. In tennis, this ability is a crucial factor in determining a player's success in hitting shots, particularly in basic techniques such as the forehand and backhand. This study aims to analyze the influence of hand-eye coordination on the effectiveness of forehand and backhand shots in tennis players. The study used a quantitative approach with a correlational design involving 30 adolescent tennis players from a tennis club in Medan City. Data were collected through a hand-eye coordination test (ruler drop test) and a shot skills test that assessed ball direction accuracy. These findings emphasize the importance of coordination training in tennis training programs, particularly in the basic technique phase.
Tuna Daksa Bukan Hambatan Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan Pasaribu, Ruth Ari; Endiko Sadewa Ginting; Hary Eycal Ginting; Immanuel Hutagalung; Yan Indra Siregar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuna daksa merupakan salah satu bentuk hambatan fisik yang ditandai dengan kelainan, kerusakan, atau gangguan pada sistem gerak tubuh. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan mobilitas, namun bukan berarti menjadi penghalang mutlak bagi perkembangan individu. Artikel ini membahas bagaimana keterbatasan fisik dapat diubah menjadi kekuatan melalui faktor internal (motivasi, penerimaan diri, ketangguhan) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, pendidikan inklusif, serta kebijakan pemerintah). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak tuna daksa di lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang memadai mampu meningkatkan prestasi akademik, sosial, dan keterampilan penyandang tuna daksa. Dengan demikian, keterbatasan fisik bukanlah penghalang, melainkan pemicu lahirnya kekuatan baru