Latar Belakang : Angka stunting Jawa Tengah tahun 2024 menurut SSGI adalah 17,1% (belum mencapai target 14%). Program MBG Sasaran B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD) di Jawa Tengah sampai Agustus sudah 18,8% SPPG yang melayani. Kabupaten Grobogan mempunyai angka stunting tertinggi kedua di Jawa Tengah dimana menurut SSGI 2024 yaitu sebesar 25,6% dan Angka Kematian Ibu tertinggi ke-3 dan Angka Kematian Bayi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Program pemberian MBG sasaran B3 sesuai petunjuk teknis disertai dengan pemberian edukasi yang dilakukan oleh Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK). Harapannya program ini selain untuk intervensi spesifik pemberian gizi juga ada pemberian edukasi yang bermanfaat untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Metodologi Penelitian : Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengambil Desa Ngabenrejo Kecamatan Grobogan yang sudah melaksanakan program MBG 3B. Hasil dan Pembahasan : Mekanisme distribusi MBG Sasaran B3 di Ngabenrejo dilaksanakan di titik yang telah di registrasi sebagai lokasi pengambilan makanan oleh para pendamping. Makanan dikirim oleh SPPG ke lokasi titik dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non paud berdasarkan data Pendataan Keluarga yang selalu diupdate setiap minggu. Kegiatan pengumpulan sasaran sekaligus edukasi dan penimbangan kelompok dilakukan setiap bulan. Edukasi individu diberikan setiap hari saat pembagian MBG baik di titik lokasi maupun diantar ke sasaran apabila tidak hadir. Kesimpulan : Program MBG sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD ini efektif sebagai media dalam pemberian edukasi baik kelompok maupun individu kepada sasaran yang juga merupakan keluarga berisiko stunting di Desa Ngabenrejo Kabupaten Grobogan.