Mujiyanto, Januarius
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Epistemic Agency in Multimodal Reading: How Primary Learners Construct Knowledge Across Modes Labibah, Hasna Fitri; Mujiyanto, Januarius; Rukmini, Dwi; Widhiyanto, Widhiyanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.22155

Abstract

AbstractReading literacy remains a persistent challenge in many English as a Foreign Language (EFL) contexts. However, primary EFL learners frequently encounter difficulties in integrating linguistic, visual, spatial, and gestural modalities. This study investigates how primary learners exercise epistemic agency in multimodal reading and construct knowledge across different modes. Utilizing multimodality theory and epistemic agency, the study implemented an explanatory sequential mixed-methods design involving thirty fifth-grade students from Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. In Phase 1, a one-group pretest–posttest design measured changes in multimodal comprehension using a validated twenty-item instrument. Results showed significant improvement, with mean scores rising from 61.40 (SD = 8.25) to 74.30 (SD = 7.80), t(29) = 8.52, p < 0.001, and Cohen’s d = 1.56, indicating a large effect. In Phase 2, six students representing varied improvement levels were interviewed and engaged in task-based reflections. Thematic analysis identified five dimensions of epistemic agency: taking initiative, decision-making across modes, justification of understanding, reflection and self-regulation, and collaboration and dialogue. The integration of both phases demonstrated that learners' agentive engagement with multimodal resources underpinned comprehension gains, transforming affordances into strategies for meaning-making. These findings affirm that multimodal pedagogy fosters not only measurable comprehension outcomes but also autonomy, critical thinking, and collaborative engagement. The study recommends embedding multimodal literacy into EFL curricula and providing scaffolds that balance cognitive support with opportunities for agency.Keywords: epistemic agency, knowledge construction, literacy pedagogy, multimodal reading, primary school.  AbstrakLiterasi membaca tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam banyak konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Namun, pembelajar EFL tingkat dasar sering menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan modalitas linguistik, visual, spasial, dan gestural. Studi ini menyelidiki bagaimana pembelajar primer menjalankan agensi epistemik dalam membaca multimodal dan membangun pengetahuan di berbagai moda. Dengan memanfaatkan teori multimodalitas dan agensi epistemik, penelitian ini menerapkan desain metode campuran sekuensial eksplanatif yang melibatkan tiga puluh siswa kelas lima dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. Pada Fase 1, desain pretes-postes satu kelompok mengukur perubahan dalam pemahaman multimodal menggunakan instrumen dua puluh item yang tervalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 61,40 (SD = 8,25) menjadi 74,30 (SD = 7,80), t(29) = 8,52, p < 0,001, dan Cohen's d = 1,56, yang menunjukkan efek yang besar. Pada Fase 2, enam siswa yang mewakili berbagai tingkat peningkatan diwawancarai dan dilibatkan dalam refleksi berbasis tugas. Analisis tematik mengidentifikasi lima dimensi agensi epistemik: mengambil inisiatif, pengambilan keputusan lintas moda, pembenaran pemahaman, refleksi dan pengaturan diri, serta kolaborasi dan dialog. Integrasi kedua fase menunjukkan bahwa keterlibatan agen pembelajar dengan sumber daya multimoda mendukung perolehan pemahaman, mengubah affordance menjadi strategi untuk pembuatan makna. Temuan ini menegaskan bahwa pedagogi multimoda tidak hanya mendorong hasil pemahaman yang terukur tetapi juga otonomi, pemikiran kritis, dan keterlibatan kolaboratif. Studi ini merekomendasikan penanaman literasi multimodal ke dalam kurikulum EFL dan menyediakan perancah yang menyeimbangkan dukungan kognitif dengan peluang untuk agensi.Kata kunci: agensi epistemik, konstruksi pengetahuan, pedagogi literasi, membaca multimodal, sekolah dasar.
The VIPCALL Model for Empowering Pre-Service English Teachers in Islamic Primary School Eko-Tanuso, Nur Antoni; Mujiyanto, Januarius; Hartono, Rudi; Pratama, Hendi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.22013

Abstract

AbstractIslamic primary schools face a dual challenge, i.e. preserving religious pedagogical values while adapting to technology-enhanced learning. This study introduces a culturally based blended-learning model, VIPCALL: Visualization, Interactive, and Personalized Instruction through Collaborative and Assisted Language Learning, for teaching English at Madrasah Ibtidaiyah. The model was implemented during 17 Field Work Practice sessions from October to November 2024 and involved fourteen pre-service English teachers from seven Islamic elementary schools in West Java. Following a design-based research framework, data collection was made through observation, reflective journals, semi-structured interview sessions, students' questionnaires, and artifact analysis. Results indicate that VIPCALL significantly enhanced the creativity, digital literacy, and integration of Islamic values with interactive English learning of pre-service teachers. Students exhibited increased classroom engagement, improved mastery of vocabulary, and higher confidence to communicate in English. Quizizz, augmented-reality flashcards, activities based on Islamic stories, and games to learn vocabulary led to positive learning outcomes and proved adaptable to low-resource contexts. Overall, VIPCALL offers a scalable, culturally responsive pedagogical model grounded in the evidence that connects tradition and innovation, supports Sustainable Development Goal 4 (Quality Education), and offers practical guidance for teacher training and the use of technology in Islamic primary schools.Keywords: VIPCALL, blended learning, Madrasah Ibtidaiyah, pre-servis english teaacher, cultural responsive.  AbstrakSekolah dasar Islam menghadapi tantangan ganda, yaitu melestarikan nilai-nilai pedagogis keagamaan sekaligus beradaptasi dengan pembelajaran yang didukung teknologi. Studi ini memperkenalkan model pembelajaran campuran berbasis budaya, VIPCALL—Visualization, Interactive, and Personalized Instruction through Collaborative and Assisted Language Learning—untuk pengajaran Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah. Model ini diimplementasikan selama 17 sesi Praktik Kerja Lapangan (PPL) dari Oktober hingga November 2024 dan melibatkan empat belas calon guru Bahasa Inggris dari tujuh sekolah dasar Islam di Jawa Barat. Mengikuti kerangka penelitian berbasis desain, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, jurnal reflektif, sesi wawancara semi-terstruktur, kuesioner siswa, dan analisis artefak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VIPCALL secara signifikan meningkatkan kreativitas, literasi digital, dan integrasi nilai-nilai Islam dengan pembelajaran Bahasa Inggris interaktif pada calon guru. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan di kelas, peningkatan penguasaan kosakata, dan kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Quizizz, kartu flash augmented reality, aktivitas berbasis cerita Islami, dan permainan untuk mempelajari kosakata menghasilkan hasil pembelajaran yang positif dan terbukti dapat diadaptasi ke konteks dengan sumber daya terbatas. Secara keseluruhan, VIPCALL menawarkan model pedagogis yang terukur, responsif secara budaya, dan berlandaskan bukti yang menghubungkan tradisi dan inovasi, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (Pendidikan Berkualitas), serta menawarkan panduan praktis untuk pelatihan guru dan penggunaan teknologi di pendidikan dasar Islam.Kata kunci: VIPCALL, blended learning, Madrasah Ibtidaiyah, calon guru bahasa Inggris, pedagogi responsif budaya.