Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSES PENANGANAN BARANG IMPOR KOMODITI GLASS BOTTLE MENGGUNAKAN METODE DIRECT TRANSSHIPMENT PADA PT LINK PASIPIK INDONUSA SURABAYA Dewa, R. Djayendra; Sulistyo, Febi Dwi
MUARA Vol 8, No 2 (2025): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v8i2.105

Abstract

Proses penanganan impor barang merupakan salah satu jasa PT Link Pasipik Indonusa cabang Surabaya dalam menangani impor terdapat beberapa permasalahan diantaranya keterlambatan pengurusan dokumen yang disebabkan oleh web pelayaran yang mengalami trouble, menambahnya biaya penumpukan yang disebabkan lamanya proses pengurusan dokumen, keterlambatan pengembalian container di sebabkan lamanya proses bongkar di gudang consignee. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). untuk memahami proses pengurusan dokumen impor milik PT Balimoon. 2). untuk memahami penanganan container pada saat proses pengeluaran dari pelabuhan 3). untuk memahami cara mengatasi lamanya proses bongkar di gudang consignee.Penelitian ini dilaksanakan di PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya dari bulan Februari 2024 sampai bulan Mei 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data : observasi, interview, studi pustaka, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan informasi yang dijadikan peneliti adalah staff customer service, staff operasional dan staff PPJK.Hasil dari penelitian ini adalah : 1) proses penanganan dokumen impor komoditi glass bottle dimulai dengan penerimaan dokumen seperti bill of lading, invoice, packing list, certificate of origin dan asuransi untuk pembuatan daraft PIB sampai dengan terbit SPPB dan pengambilan delivery order ke pihak pelayaran 2) container keluar dari pelabuhan untuk stripping/transshipment di gudang consignee hingga pengembalian container ke depo sesuai yang tercantum dalam delivery order 3) perlunya penambahan alat bongkar di gudang dan menambahkan tenaga kerja bongkar muat supaya tidak terjadi penumpukan antrian serta melakukan maintance supaya dapat meminimalisir terjadinya kerusakan alat saat beroperasi.