Komunikasi politik menjadi salah satu strategi pemenangan Pilpres, setiap calon presiden berkompetisi memenangkan suara rakyat salah satunya melalui sosial media Youtube. Pada pemilu 2024 ketiga calon presiden juga turut memanfaatkan media tersebut untuk berkampanye. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi politik digital melalui platform YouTube dalam kampanye 2024 dan membandingkan pendekatan komunikasi politik digital yang dilakukan. Fokus kajian diarahkan pada pola komunikasi, strategi framing, dan pembentukan citra politik digital yang dilakukan ketiga kandidat selama masa kampanye. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan ketiga capres menggunakan platform Youtube untuk melakukan kampanye digital 1. Anies Baswedan membuat pendekatan dengan unggahan konten Youtube blusukan di berbagai lapisan masyarakat, pidato, serta konten yang mencerminkan latar belakang akademisnya, komunikasi yang dilakukan menggambarkan sosok yang berempati dan melibatkan emosional sehingga masyarakat merasa percaya dan terwakili, sementara 2. Prabowo Subianto melakukan pendekatan dengan konten track record pada saat menjadi prajurit TNI serta menjabat sebagai Menhan, pendekatan ini menggambarkan Prabowo pemimpin yang tegas dan berwibawa sehingga audiensi merasa aman dan percaya, 3. Ganjar Pranowo mengunggah konten kampanye secara terus menerus, gaya komunikasi santai dan membumi yang dilakukan Ganjar melalui konten Youtube nya menggambarkan Ganjar Pranowo sosok yang akrab dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap calon menggunakan pendekatan komunikasi yang berbeda sesuai dengan citra diri dan segmentasi khalayaknya. Dengan demikian, strategi komunikasi politik digital di YouTube terbukti menjadi sarana efektif untuk membangun citra, kedekatan emosional, serta memperkuat kepercayaan publik sesuai karakteristik masing-masing calon presiden