Rahmania, Faza Fairussani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Komunitas dalam Mitigasi Demam Berdarah: Edukasi dan Monitoring Jentik Nyamuk di Kelurahan Mangunsari, Gunungpati Firmansyah, Asep; Altrisan, Refangga Rayyan; Salsabillah, Nadiva; Rahmania, Faza Fairussani
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2025): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, denganpeningkatan kasus yang mengkhawatirkan pada tahun 2024. Kelurahan Mangunsari, Gunungpati,Kota Semarang, juga mengalami masalah serupa akibat kurangnya kesadaran masyarakat tentangkebersihan lingkungan dan pencegahan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pengabdianmasyarakat ini bertujuan mengatasi masalah DBD melalui pemberdayaan masyarakat berbasispartisipasi aktif dalam pencegahan, dengan memberikan edukasi berkelanjutan tentang bahayaDBD, pentingnya kebersihan lingkungan, dan cara sederhana mencegah perkembangbiakannyamuk. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, melibatkan wargadari setiap RT. Metode meliputi koordinasi, pembagian tim, pengecekan jentik nyamuk, edukasi,serta evaluasi. Tim mengobservasi genangan air dan memberikan edukasi jika menemukan jentik.Pengecekan jentik memberikan gambaran nyata tentang risiko DBD di masyarakat. Hasilnya, 30%rumah yang diperiksa memiliki genangan air dengan jentik nyamuk. Respon masyarakat positif,menyambut tim dengan antusias dan berkomitmen melakukan pembersihan rutin. Kegiatan inidiharapkan menurunkan kasus DBD dan meningkatkan kualitas hidup melalui lingkungan yangsehat dan aman. Edukasi rutin, pembentukan kader pemantau jentik, dan pemantauan berkaladiperlukan agar perubahan perilaku masyarakat dapat dipertahankan dan diperluas, sehinggarisiko penyebaran DBD dapat ditekan secara berkelanjutan.