Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Sifat Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kitolod alfian, muhammad; Nurul Hasanudin, Muhammad; Fathul Mujib, Mochammad
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v2i1.9

Abstract

Tanaman Kitolod (Isotoma longiflora (L.) C.Presl) merupakan satu dari beberapa jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai bahan pengobatan. Telah dilakukan penelitian terkait aktivitas ekstrak etanol daun kitolod dalam menyembuhkan luka sayat. Jenis sediaan yang dapat diaplikasikan untuk pengobatan luka sayat adalah sediaan gel. Gel merupakan sediaan topikal setengah padat yang nyaman digunakan karena menciptakan lingkungan lembab, dingin dan daya serap yang baik pada kulit serta mudah dicuci dengan air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik sediaan gel ekstrak etanol daun kitolod.. Penelitian ini terdiri dari 3 tahapan, tahap pertama pembuatan ekstrak etanol daun kitolod, tahap kedua identifikasi senyawa flavonoid dn saponin, tahap ketiga evaluasi sifat fisik. Sifat fisik meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH.. Hasil penelitian menunjukkan ektrak etanol daun kitolod mengandung flavonoid dan saponin. Pada uji sifat fisik sediaan ,meliputi uji homogenitas menunjukan sediaan gel memiliki homogenitas yang baik, daya sebar yang dihasilkan formula 1 sebesar 5,3 cm dan formula 2 sebesar 5,5 cm, sedangkan daya lekat sediaan gel pada formula 1 selama 15,25 detik dan formula 2 selama 17,1 detik, nilai pH formula 1 sebesar 6,4 dan formula 2 sebesar 6,5. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol daun kitolod mempunyai sifat fisik gel yang baik.
Karakteristik Fisik Lilin Aromaterapi Dari Minyak Atsiri Sirih (Piper betle) dan Jeruk Purut (Citrus hystrix) Nurul Hasanudin, Muhammad; alfian, muhammad
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.900

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan lilin yang dibuat dengan penambahan minyak atsiri untuk memberikan aroma yang menenangkan atau menyegarkan. Daun sirih dan daun jeruk purut merupakan simplisia penghasil minyak atsiri yang memiliki aroma khas sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pewangi lilin aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa kimia minyak atsiri daun sirih dan jeruk purut menggunakan metode GC-MS serta memformulasikannya dalam dua sediaan lilin aromaterapi, yaitu F1 (minyak atsiri sirih) dan F2 (minyak atsiri jeruk purut). Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, titik leleh, dan waktu bakar. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri sirih mengandung 17 senyawa dengan komponen utama eugenol (48,61%), sedangkan minyak atsiri jeruk purut mengandung 12 senyawa dengan citronellal sebagai komponen dominan (66,03%). Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki aroma khas sesuai minyak atsiri yang digunakan serta warna putih kekuningan sesuai standar SNI untuk lilin. Waktu bakar yang diperoleh adalah 7 jam 35 menit untuk F1 dan 7 jam 45 menit untuk F2, sedangkan titik leleh diperoleh pada 51°C dan 52°C. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri sirih dan jeruk purut dapat diformulasikan dengan baik sebagai lilin aromaterapi.