Usfunan, Brigita Juliantrisny
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA RITUAL ADAT “TUNO MANUK” DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR Usfunan, Brigita Juliantrisny
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6 No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2021 (November 2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v6i2.1463

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur dan 2) Apa makna ritual adat Tuno Manuk bagi kehidupan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur? Tujuan dalam Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur.Dan untuk mengetahui makna yang terdapat dalam ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Teori yang digunakan adalah Teori Religi oleh Preusz, beliau mengatakan bahwa: pusat dari setiap sistem religi dan kepercayaan didunia ini adalah ritus dan upacara. Metode yang digunakan yakni: penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para informan, baik informan kunci maupun informan pendukung yang berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni: 1)  pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan ritus Tuno Manuk merupakan momen untuk menjalin kembali solidaritas, rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesama, khususnya diantara anggota keluarga dalam kelima suku asli masyarakat di Desa Demondei  yakni: Suku Bubun, Suku Narek, Suku Lagadoni, Suku Kayan, dan Suku Ariana. Sedangkan makna dari ritual Tuno Manuk ini adalah: pertemuan antara orang-orang yang masih hidup dengan roh para leluhur dan wujud tertinggi, sekaligus menjadi simbol kehadiran dan tempat untuk berkomunikasi dengan wujud tertinggi melalui perantaraan dengan nenek moyang. Kesimpulannya bahwa: Tuno Manuk juga sebagai sebuah penghormtan kepada Rera Wulan Tanah Ekan dapat dimengerti sebagai suatu upacara untuk mempersembahkan hasil panen selama setahun, suka duka, kebahagiaan dan kehidupan yang telah berlalu, dan memohon pernyertaan serta perlindungan untuk hari hidup selanjutnya kepada Wujud Tertinggi dan Para Leluhur.