Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gender Mainstreaming Plan International dalam Bidang Ketenagakerjaan di Indonesia Batubara, Esmeralda Putri Namora; Darmastuti, Shanti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.570

Abstract

Perspektif feminisme dalam studi hubungan internasional telah memberikan alternatif metodologi untuk menganalisis konsep-konsep hubungan internasional. Pembatasan ruang dan kesempatan bagi perempuan untuk menduduki peran penting dalam struktur sosial-ekonomi merupakan tanda tanya yang masih mengakar bahkan hingga abad ini. Norma gender tradisional yang mengakar dalam sistem sosial-ekonomi berperan mengekang posisi perempuan untuk dapat memilih berkecimpung di sektor publik, termasuk pada bidang ketenagakerjaan. Kesetaraan gender dalam bidang ketenagakerjaan merupakan isu yang telah menjadi perhatian global, yang melibatkan upaya aktor negara maupun non-negara untuk berkontribusi dalam dinamikanya. Upaya aktor non negara, dalam hal ini NGO memiliki signifikansi yang hadir mengisi kekosongan pemerintah dalam menanggapi tantangan dalam dinamika kesetaraan gender. Plan International sebagai entitas NGO merupakan organisasi pembangunan dan kemanusiaan yang bertujuan untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan terhadap anak perempuan. Komitmen Plan International termanifestasikan melalui Kampanye Girls Get Equal sebagai gerakan global inisiatif untuk mencapai kesetaraan gender. Demikian penelitian ini bertujuan untuk memahami upaya Plan International dalam bidang ketenagakerjaan menggunakan perspektif feminisme liberal dan konsep gender mainstreaming dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plan International sebagai NGO menjadi kolaborator negara dalam yang berkontribusi dalam upaya gender mainstreaming bidang ketenagakerjaan di Indonesia melalui proyek Girls Take Over dalam kampanye Girls Get Equal.