Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI INDUSTRI TAHU DESA WIRAGUNAN Salsabila Purnamasari; Nugrahani, Nur 'Aini Azhari; Jenita Berliana
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v7i2.125

Abstract

Sukoharjo is a fairly large MSME industrial center in Indonesia, one of which is the tofu industry which dominates Wirogunan Village. In tofu industry, there are many hazards that can cause various diseases, accidents and injuries such as tripping, slipping, skin irritation (contact dermatitis), musculoskeletal disorders or complaints, etc. Therefore, it is important to know what sources of danger are known in the industry so that risk assessments can then be carried out and recommendations for hazard control can be made. The aim of this research is to identify the dangers that exist in the tofu industry. Hazard identification uses the JSA technique, which is carried out with a Walk Through Survey through observations and interviews with workers, business owners and head of business community. The data obtained will later be entered into the JSA table, so that the hazards that have the highest risk value will be found. These high-risk hazards will later become a priority for providing hazard control or risk management, which will be continued in the next research.
Identifikasi Bahaya Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) Di Industri Rotan Desa Trangsan Menggunakan Job Safety Analysis (JSA) Susanti Alfitri Anissa; Salsabila Purnamasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1459

Abstract

Industri rotan di Desa Trangsan, Sukoharjo, yang sebagian besar berada di sektor informal, memiliki potensi tinggi terhadap kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) akibat paparan debu, bahan kimia berbahaya, serta postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai tingkat risiko menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) sesuai standar AS/NZS 4360:2004. Pendekatan deskriptif semi-kuantitatif dengan rancangan cross-sectional diterapkan pada 13 unit usaha rotan dengan melibatkan 170 pekerja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tujuh tahapan produksi, yaitu penerimaan bahan, pembongkaran, pemberian obat rayap, penggerindaan dan penganyaman, pengamplasan, finishing, serta packing. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 jenis bahaya dengan distribusi risiko rendah (21,74%), sedang (52,17%), dan tinggi (26,09%). Risiko tertinggi ditemukan pada proses penggerindaan, pengamplasan, dan packing, yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, luka serius, serta cedera muskuloskeletal. Upaya pengendalian dilakukan melalui hierarki pengendalian, meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja terhadap budaya K3 di sektor informal.
Analisis Hubungan Work Family Conflict (WFC) dengan Tingkat Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Surakarta Masandra Maydiana Putri; Salsabila Purnamasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1496

Abstract

Work Family Conflict (WFC) merupakan kondisi ketika tuntutan pekerjaan dan keluarga saling bertentangan sehingga mengganggu keseimbangan peran individu. Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki risiko tinggi mengalami WFC dan stres kerja karena beban tugas yang kompleks, tuntutan emosional tinggi, serta kebutuhan pendampingan intensif kepada siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara WFC dengan tingkat stres kerja pada guru SLB di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan cross-sectional dengan populasi 176 guru SLB. Penentuan sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% sehingga menghasilkan 125 guru SLB yang kemudian dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner WFCS dan OSI-R, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru SLB mengalami WFC tingkat sedang (75%) dan stres kerja tingkat sedang (70%). Dimensi WFC tertinggi adalah strain-based conflict, sedangkan dimensi stres kerja tertinggi adalah personal resources. Uji Chi-Square menggunakan SPSS version 24 menghasilkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara WFC dan stres kerja pada guru SLB. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusi, manajemen beban kerja, serta pelatihan pengelolaan emosi dan coping stress untuk menurunkan stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan guru SLB di Kota Surakarta.