Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Local Wisdom about Food Sustainment in the Bima Community Qayimah, Nur; sumarwati, Sumarwati; Suryanto , Edi
Journal of World Science Vol. 3 No. 10 (2024): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v3i10.1185

Abstract

Global climate change has a direct impact on world food security, including in Indonesia. In fact, previous generations have local wisdom in the context of food preservation. The people of Bima Regency, West Nusa Tenggara Province also have local wisdom about how to maintain food that has long been inherited from their ancestors. This study aims to identify how the Bima people with their local wisdom can maintain food values ??in their area. This study was conducted using a qualitative method with an ethnographic strategy. The data sources were informants including traditional leaders, local communities, traditional ceremony implementers, and the procession of traditional ceremonies and their equipment. Sampling was carried out using purposive sampling and snowball sampling. Data collection was carried out through in-depth interviews and field observations of traditional ceremony processions. Data validity testing was carried out by triangulation of sources and methods. Data analysis techniques with interactive models. The results of the study showed that the value of local wisdom about food preservation was presented through folklore, traditional ceremony processions and traditional ceremony offerings. The folktale entitled fare ma lingi conveys the message that we must maintain agricultural activities in accordance with the teachings of our ancestors. The procession of the ampa fare traditional ceremony conveys the message of a frugal lifestyle and managing food
Uma Lengge ’Lumbung Padi’ di Bima: Makna Simbolik dan Upaya Pemertahanannya Qayimah, Nur; Sumarwati, Sumarwati; Suryanto, Edy
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.99320

Abstract

Uma lengge merupakan rumah adat dan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Bima, namun generasi sekarang tidak lagi memahami makna di dalamnya. Padahal kearifan lokal tersebut banyak mengandung simbol yang bermakna mendalam dan bermanfaat bagi kehidupan salah satunya dalam pemertahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna simbolik kearifan lokal yang memanfaatkan uma lengge sebagai bentuk pemertahanan pangan berdasarkan perspektif masyarakat Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi etnografi. Sumber data pada penelitian ini adalah informan yang terdiri dari ketua adat, masyarakat lokal serta bangunan uma lengge. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan snowball sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam serta observasi lapangan terhadap bentuk arsitektur dan lingkungan di sekitar uma lengge. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Bima memiliki perspektif mengenai makna simbolik terhadap kearifan lokal dalam memanfaatkan uma lengge sebagai bentuk pemertahanan pangan. Makna arsitektur Uma lengge yang dibangun tinggi dan terdapat papan penahan tikus yang terpasang disetiap tiang bertujuan agar bahan pangan terhindar dari hama tikus. Lingkungan uma lengge tidak boleh dilintasi oleh kabel listrik bertujuan agar terhindar dari arus pendek listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.