Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Manyarang Hujan: Sebuah Ritual Adat Etnis Mandailing di Desa Setia Karya Mandailing Natal Fellen Afifah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.197

Abstract

Tradisi Memindahkan hujan merupakan salah satu bentuk upacara adat atau ritual yang banyak dilakukan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Ritual sengaja masih ada sampai sekarang karena masih banyak yang melestarikan warisan para leluhur. Tradisi ini menggunakan banyak berbagai objek berbeda. Tradisi memindahkan hujan ditampilkan berupa penghormatan persembahan serta pertunjukan suatu tindakan tertentu kepada roh leluhur dan sang pencipta dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dipercaya dapat membantu memindahkan hujan dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu acara yang diselenggarakan. Namun, dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, ritual seperti itu sudah menjadi sebuah kebiasaan. Sebagai contoh, pemindahan pawang hujan yang terjadi di Desa Setia Karya Natal di suatu acara pernikahan. Penelitian ini membahas tentang berbagai makna ritual penghentian hujan di suatu daerah di Indonesia, serta benda-benda yang digunakan dalam ritual tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode etnografi, yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung menggunakan metode lapangan dengan teknik pengumpulan data dengan cara observasi atau pengamatan serta dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan bertatap muka maupun online dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang terbuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna ritual penghentian hujan, mengetahui simbol-simbol benda ritual, dan mengetahui ritual penghentian hujan di suatu wilayah Indonesia. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pawang hujan tersebut merupakan suatu adat istiadat yang rutin dilakukan setiap ada acara penting yang diselenggarakan, adapun tata cara pelaksanaan memindahkan hujan oleh pawang hujan tersebut menggunakan bahan- bahan serta bacaan-bacaan sebuah mantra yang diyakini mampu menolak hujan.