Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindakan Illegal Fishing dan Upaya Fisheries Court International Fauz, Rawendra Ahmad
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2906

Abstract

Penulisan Jurnal ini berfokus tekait Illegal fishing dalam kerangka hukum Indonesia maupun dalam kerangka hukum internasional. Masalah-masalah yang dihadapi dalam menangani Illegal Fishing ini menjadi Pekerjaan Rumah bagi pengadilan perairan guna memberikan keputusan terhadap para pelanggar-pelanggar tersebut. penegakan hukum tindak pidana Illegal Fishing oleh kapal berbendera asing di Zona ekonomi eksklusif Indonesia. Dikarenakan sangsi pidana berupa denda yang diterapkan terhadap pelaku penangkapan ikan secara Illegal Fishing oleh kapal berbendera asing sangat rendah dan tidak ada kurungan badan sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku, maka penulis dalam hal ini beranggapan perlu diadakan penerapan hukum pidana berupa denda yang maksimal. Dari permasalahan yang ada, penulis mencoba menganalisa dengan menghadapkan hukum Nasional dan hukum Internasional yang berlaku guna mendapatkan kepastian hukum dalam menangani tindak pidana penangkapan ikan secara Illegal Fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.Tujuan penulisan ini untuk meninjau dan menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana Illegal Fishing oleh kapal berbendera asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Serta membahas terkait permasalahan dan tantangan hukum (Legal Issue) dalam IUU Fishing
Kekerasan Seksual di Pesantren Perspektif Gender Fauz, Rawendra Ahmad
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 4 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v4i5.286

Abstract

Abstract: Violence is an action, attitude, or structure that triggers damage to its victims, both physical and non-physical damage that results in not achieving complete human competence. Violence has very diverse forms and properties, one of which is sexual harassment. Violence. Sexual violence can occur anywhere, no matter the educational institution, office, public place, or even the safest place such as Islamic boarding schools. Many cases of violence in pesantren are not revealed because of threats received by victims from the perpetrator, victims feel ashamed if they tell the truth, fear of being viewed obliquely by society, bring down the good name of the family, and many other reasons. Some violence prevention actions that Islamic boarding schools can carry out include frequent raids on mobile phones and social media belonging to students or students, conducting various studies on the boundaries that must be maintained between men and women, and so on. Keywords: Violence, women, children, pesantren. Keywords: Violence, Women, Children, Violent objects Abstrak: Kekerasan merupakan suatu tindakan, sikap, ataupun struktur yang menjadi pemicu terjadinya kerusakan pada korbannya, baik kerusakan fisik, maupun nonfisik yang berakibat tidak tercapainya kompetensi manusia secara utuh. Kekerasan memiliki bentuk dan sifat yang sangat beragam, salah satunya yaitu pelecehan seksual. Kekerasan. kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja, tidak peduli lembaga pendidikan, kantor, tempat umum, atau bahkan tempat yang dianggap paling aman seperti pondok pesantren sekalipun. Banyak kasus kekerasan di pesantren yang tidak terungkap karena adanya ancaman yang diterima oleh korban dari sang pelaku, korban merasa malu jika mengatakan yang sebenarnya, takut dipandang miring oleh masyarakat, menjatuhkan nama baik keluarga, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Beberapa tindak pencegahan kekerasan yang dapat dilakukan oleh lembaga pesantren di antaranya yaitu sering mengadakan razia terhadap handphone dan media sosial milik para santri atau pelajar, melakukan berbagai kajian mengenai batasan yang harus dijaga antara laki-laki dan perempuan, dan lain sebagainya. Kata kunci: Kekerasan, perempuan, anak, pesantren.