This Author published in this journals
All Journal LoroNG
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TIONGHOA JAWA: Studi Kasus Persaudaraan Tionghoa dengan Pribumi Sya’diyah, Lailatul
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v4i1.102

Abstract

This study discusses the acculturation of Tionghoa culture that spread to Java in the Dutch colonial rule at the time was recognized and preserved by the local indigenous society up-to-day. The existence of the acculturation of Tionghoa and Javanese has immersed and presumed that the Tionghoa as brothers in NKRI boundary. The result of the presence of perceived acculturation is the embodiment of nationalism in the soul of Tionghoa ethnic in Java. Research methods and analysis were qualitative with case study collective approach. The purpose of this study is to explore Tionghoa culture acculturation in Java in the manifestation of brotherhood in Java and nationalism on Indonesia. Penelitian ini membahas akulturasi budaya Tionghoa yang masuk ke Jawa pada masa penjajahan VOC yang diakui pada saat itu dan dilestarikan oleh masyarakat pribumi setempat hingga saat ini. Dengan adanya akulturasi tersebut orang Jawa dan Tionghoa membaur menjadi satu dan mengganggap orang Tionghoa seperti saudara dalam bingkai NKRI. Hasil dari akulturasi tersebut dirasakan adanya perwujudan nasionalisme dalam jiwa etnis Tionghoa di Jawa. Metode penelitian dan analisa yang digunakan secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus kolektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa di Jawa mewujudkan rasa persaudaraan di Jawa dan rasa nasionalisme terhadap Indonesia.
Peran Masyarakat dalam Mengembangkan Ekowisata Candi Tegawangi Sya’diyah, Lailatul
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i2.113

Abstract

The purpose of this study is to track down, to dig and to preserve historical relic of Tegawangi temple as a tourism asset advocating society’s local economy in Kediri. This research is qualitative descriptive, by using descriptive analysis approach done by collecting data from the activities and livelihood of local society. Public participation in developing a historical relic in their area as an object of tourism becomes a major measure in the success of an object itself in this global competition in the world. Thus, community based tourism is a method which was initiated to develop local citizens and empower people’s economy by utilizing local attraction of Tegawangi temple. Not only to develop the economy but also to engage community in preserving cultural heritage. Historical relic such Tegawangi temple are hoped to be able to boost the spirit of nationalism, meant more love domestic product. Bangsa Indonesia. Sejatinya pendidikan pesantren yang tetap mempertahankan kurikulum mandirinya tetap menjadi pilihan, tanpa tergeser sedikitpun meskipun dunia semakin modern dan memasuki era globalisasi. Pendidikan pesantren sebagai pendidikan yang berbasis nilai (value oriented) menjadi satu-satunya pendidikan alternatif yang mampu membentuk jati diri manusia. Pendidikan karakter masuk menjadi fokus utama dalam membentuk manusia seutuhnya. Melalui pesantren inilah dirasa mampu mewujudkan manusia seutuhnya dengan peng-internalisasian nilai yang dengan sengaja ditanamkan.