This Author published in this journals
All Journal LoroNG
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekokulturalisasi Batik: Proyeksi Perkuatan Budaya dan Pasar dalam ASEAN Economic Community Nisa’, Hilwin
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i2.107

Abstract

The presence of ASEAN Economic Community (AEC) in 2015 which resulted in a free market requires Indonesia to have a particular product that can be used as a flagship product and compete in marketing world. Seeing the beauty of Batik potential demanding by consumers both inside and outside the country, Batik eco-culture becomes the perfect solution to deal with the AEC, which will begin in 2015. The next thing to do is to strengthen batik marketing by making strategic steps that have been recommended in accordance with the pillars of the AEC Blueprint 2015. Hadirnya ASEAN Economic Community (AEC) 2015 yang berakibat pada pasar bebas mengharuskan Indonesia untuk mempunyai produk tertentu yang dapat dijadikan sebagai produk andalan dan mampu bersaing di dunia pasar. Melihat potensi batik yang keindahannya diminati oleh para konsumen baik dalam maupun luar negeri, maka ekokulturalisasi batik menjadi solusi yang tepat untuk menghadapi AEC yang dimulai tahun 2015 mendatang. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memperkuat pemasaran batik dengan melakukan langkah-langkah strategis sesuai dengan yang telah direkomendasikan dalam pilar AEC Blueprint 2015.
Pelestarian Wayang Kulit sebagai Alternatif Pemerkuat Jati Diri Bangsa Nisa’, Hilwin
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.246

Abstract

WayangKulit as one of the original culture of the land art existing Java before entering Hinduism to Java, until Islam came and made WayangKulit as a medium for his message. Many of the messages conveyed in the play puppet show. Therefore, preserving the puppet is a liability. In addition to the moral education media, WayangKulitcan foster a love of the nation of Indonesia, as well as the identity of the Indonesian nation with other nations. Wayang kulit sebagai salah satu seni budaya asli dari tanah Jawa yang ada sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa, hingga akhirnya Islam datang dan menjadikan wayang kulit sebagai media dakwahnya. Banyak pesan yang disampaikan dalam lakon pertunjukan wayang kulit. Oleh karena itu, melestarikan wayang kulit adalahsebuahkewajiban. Selain sebagai media pendidikan moral, wayang kulit dapat memupuk rasa cinta pada bangsa Indonesia, serta menjadi identitas antara bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.